alexametrics

Dikepung Banjir, BNPB Usul Kawasan Konservasi Sulsel Ditertibkan

29 Januari 2019, 13:49:12 WIB

JawaPos.com – Bencana banjir, puting beliung, dan longsor yang melanda 13 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan menjadi perhatian. Kawasan konservasi di daerah tersebut dinilai perlu ditata ulang untuk mencegah bencana kembali terjadi.

“Pola pemanfaatan ruang daerah aliran sungai perlu diubah dengan tanaman yang memiliki nilai ekonomi dan ekologi,” ujar Kapusdatin dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan yang diterima JawaPos.com, Selasa (29/1).

Menurutnya, jenis-jenis tanaman seperti jagung dan sayur-sayuran dapat diganti dengan tanaman kopi, jambu mete dan kakao yang dapat menjaga lingkungan dari banjir dan longsor tetapi tetap memiliki nilai ekonomi.

Namun demikian, kebijakan tersebut membutuhkan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait sehingga penertiban kawasan konservasi dan penegakan hukumnya dapat berjalan.

“BNPB akan membantu percepatan pemulihan daerah konservasi dengan penanaman pohon atau bibit tanaman,” tuturnya.

Adapun 13 kabupaten/kota yang terdampak bencana antara lain Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Maros, Kabupaten Gowa, Kota Makassar, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Wajo, Kabupaten Barru, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Sidrap, Kabupaten Bantaeng, Kabupaten Takalar, Kabupaten Selayar, dan Kabupaten Sinjai.

Data BNPB menunjukkan hingga Senin (28/1), tercatat 69 orang meninggal dunia, tujuh orang hilang, 48 orang luka-luka dan 9.429 orang mengungsi.

Selain itu, sebanyak 559 rumah rusak, meliputi 33 hanyut, 459 rusak berat, 37 rusak sedang, 25 rusak ringan dan 5 tertimbun, 22.156 rumah terendam. Kemudian sepanjang 15,8 kilometer jalan terdampak, 13.808 hektare sawah terdampak serta 34 jembatan, dua pasar, 12 fasilitas peribadatan, delapan Fasilitas pemerintah, dan 65 sekolah rusak.

Editor : Kuswandi

Reporter : Yesika Dinta



Close Ads
Dikepung Banjir, BNPB Usul Kawasan Konservasi Sulsel Ditertibkan