alexametrics

Cegah Masuknya Covid-19 Varian Omicron, Luhut Minta Jangan Buru-buru

28 November 2021, 21:02:40 WIB

JawaPos.com – Berdasarkan Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terdapat 13 negara yang diketahui sudah terpapar dan berkemungkinan teridentifikasi kasus varian Covid-19 Omicron. Negara yang sudah terpapar adalah Afrika Selatan, Botswana, Inggris, Hongkong, Australia, Italia, Israel, Belgia, Republik Ceko, sementara Belanda, Jerman, Denmark dan Austria baru berkemungkinan.

Atas hal ini, pemerintah pun melakukan larangan penerbangan dari sejumlah negara, khususnya untuk wilayah Afrika. Dari negara-negara tersebut pun, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan pihaknya akan terus melakukan pengkinian data perihal negara yang akan dilarang masuk ke Tanah Air.

“Kita akan evaluasi perkembangan secara cermat, kita tidak perlu terlalu takut dan terburu-buru untuk bereaksi, karena masih banyak yang kita tidak tahu dan tidak paham mengenai Omicron ini. Jadi evaluasi akan terus kita lakukan secara berkala mengenai ini,” jelas dia dalam telekonferensi pers, Minggu (28/11).

Adapun saat ini, pemerintah telah membuat kebijakan pelarangan masuk untuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke negara yang terkonfirmasi varian Omicron, yakni Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambik, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hongkong.

Sementara untuk WNI yang pulang ke Indonesia dan punya riwayat perjalanan dari negara-negara tersebut akan dikarantina selama 14 hari. Lalu, pemerintah juga akan meningkatkan waktu karantina bagi WNA dan WNI dari luar negeri di luar negara yang masuk daftar tersebut menjadi 7 hari, dari yang sebelumnya 3 hari.

“Kita sangat hati-hati dalam membuat keputusan, karena masih banyak yang kita tidak tahu, tadi para ahli kita minta untuk monitor dan juga Kemenkes untuk melihat lebih detil data-data dari berbagai sumber kami,” imbuhnya.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Saifan Zaking




Close Ads