alexametrics

Pemerintah Siapkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Ketiga

28 September 2021, 14:40:45 WIB

JawaPos.com – Makin menurunnya kasus Covid-19 di tanah air membuat pemerintah memberikan kelonggaran baru. Acara-acara massal seperti konser dan pesta pernikahan kini diizinkan. Namun, sebagian epidemiolog menilai keputusan itu terlalu terburu-buru.

Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengungkapkan, masih terlalu cepat bagi Indonesia memperlonggar aktivitas masyarakat berskala besar. ’’Memang kalau pertandingan olahraga bisa tanpa penonton. Tapi, kalau musik, apa bisa tanpa penonton. Apalagi kalau kita bicara penontonnya dari berbagai daerah,” jelas Dicky kepada Jawa Pos kemarin (27/9).

Memang, kata Dicky, saat ini situasi sudah membaik. Namun, ada baiknya pemerintah mengambil langkah hati-hati dengan mematangkan semua hal. ’’Timbulnya beberapa klaster sekolah itu membuktikan bahwa ini (penularan, Red) masih serius,” katanya. Menurut dia, pemerintah seharusnya menunggu setidaknya sebulan lagi untuk melonggarkan aktivitas berskala massal. Dalam kurun waktu tersebut, pemerintah bisa melakukan penguatan-penguatan kapasitas pengendalian pandemi yang terangkum dalam testing, tracing, dan treatment (3T).

Dicky mencontohkan Norwegia yang baru saja menyatakan turun ke level 1. Dia menyebutkan, sebelum menurunkan status dari level 2 ke level 1, Norwegia menunggu selama kurang lebih enam bulan. Norwegia memilih menahan diri dulu, memastikan semuanya siap, kemudian baru minggu lalu turun ke level 1 mendekati normal. ”Memang kelihatannya sudah sangat longgar. Lepas semuanya. Tapi, sudah kuat basic-nya, 3T-nya sudah kuat. Meskipun, angka reproduksi dan tes positivity rate-nya malah lebih tinggi dari kita (Indonesia, Red),” jelasnya.

Dicky mengingatkan, Indonesia jangan sampai mengulang kesalahan lama. Yakni, saat kondisi sedikit membaik, disusul pelonggaran yang banyak. ”Ini nanti merugikan kita. Lebih baik mengalah sebulan, misalnya. Sebulan itu diperkuat 3T kita,” katanya.

Indonesia memang terus mengalami perbaikan indikator epidemiologis. Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memaparkan bahwa per 26 September 2021, kasus konfirmasi nasional turun 96,6 persen dari kondisi puncak pada 15 Juli 2021.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/han/fam/c18/c7/oni

Saksikan video menarik berikut ini: