alexametrics

Yorrys Sebut Tuntutan Pembubaran Banser di Papua Hoaks

28 Agustus 2019, 00:04:32 WIB

JawaPos.com – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih asal Papua, Yorrys Raweyai menegaskan tuntutan pembubaran Barisan Serbaguna Ansor atau Banser di Bumi Cendrawasih bukan atas inisiasinya. Menurutnya, itu berawal saat dia menyambangi Papua bersama Menkopolhukam Wiranto, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

“Kami ke sana 22 Mei 2019 bersama-sama, ke Sorong dan Manokwari, kami bertemu dengan tokoh masyarakat, ormas pemuda setempat dan sampaikan kepada kami dinamika yang terjadi,” kata Yorrys dalam konferensi pers yang diinisiatori DPP KNPI di Markas GP Ansor, Jakarta Pusat, Selasa (28/8).

Menurut pengakuannya, ada dokumen tertutup dari Wali Kota setempat ke Menkopolhukam Wiranto tentang aspirasi yang bergejolak pada tanggal 21 Agustus 2019. Namun Yorrys menegaskan, sama sekali tidak tahu menahu soal isi dokumen tersebut.

Sekembalinya dari Papua, Yorrys dikonfirmasi awak media pada 24 Agustus 2019 usai diskusi publik di bilangan Cikini, Jakarta Pusat. Dia mengaku ditanya perihal tujuh tuntutan warga Papua, khususnya soal pembubaran Banser.

“Saya bilang iya saya dapat (tujuh tuntutan warga Papua), tapi saya tak baca (detil) isinya dan itu pesan forward, bukan dari saya,” jelas Yorrys.

Namun esok harinya, Yorrys kaget melihat pemberitaan viral di media soal tujuh tuntutan, khususnya pembubaran Banser, seolah dikonfirmasi dirinya. Padahal, politisi Golkar ini tidak pernah memberi pembenaran dan pernyataan terkait.

“Digarisbawahi itu pembubaran Banser dan ada nama saya di situ. Ini menurut saya hoaks dan ini baru pertama merasa dampak itu,” keluhnya.

Kendati demikian, Yorrys berharap semua sudah selesai dengan tabbayun bersama Komandan Satuan Kordinator Nasional Banser Alfa Isnaeni malam ini.

Dia pun bertekad, bersama organisasi binaannya yakni Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) dan Banser akan membentuk gugus tugas untuk memusnahakan adanya gerakan yang ingin memecah NKRI lewat momentum di Papua beberapa waktu lalu.

“Penting kita sadari ada gerakan di luar itu yang ingin memecah belah anak bangsa tapi syukur alhamdulilah semangat idealisme menangkal hoaks ini dengan komunikasi dan pertemuan hari ini terjadi,” tandas Yorrys.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads