alexametrics

Penjelasan BMKG soal Dipilihnya Kaltim jadi Ibu Kota Negara

28 Agustus 2019, 13:40:57 WIB

JawaPos.com – Pemerintah terus mematangkan wacana pemindahan ibu kota baru yang sebelumnya berada di DKI Jakarta, akan dipindah ke Kalimantan Timur (Kaltim). Kajian-kajian teknisnya pun sudah dikirimkan ke DPR.

Menanggapi hal tersebut, ‎Kepala Badan Metodologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengatakan, pulai Kalimantan sangat aman untuk dijadikan lokasi ibu kota baru. Pasalnya, di wilayah tersebut potensi gempa buminya sangat kecil dibandingan dengan daerah lain seperti di Pulau Jawa.

“Artinya di Kalimantan masih ada pusat gempa di masa lalu pernah terjadi. Tetapi jumlahnya jauh lebih sedikit,” ujar Dwikora kepada wartawan, Rabu (28/8).

Dwikora menjelaskan, kerawanan gempa Pulau Kalimantan paling sedikit karena pulau tersebut bagian dari benua Asia yang lempengannya sudah cukup stabil. Sehingga, menurut BMKG, sudah sangat tepat pemerintah memilih lokasi ibu kota baru di tanah Borneo ini.

“Nah, pulau-pulau yang lain adalah akibat masih mengalami tumpukan lempeng. Umurnya sudah tua jutaan tahun seperti 30 juta tahun,” katanya.

Namun demikian, Dwikora menyakini alasan pemindahan ibu kota ini bukan hanya karena Kalimantan paling kecil risiko terjadinya bencana alam. Melainkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan adanya pemerataan pembangunan.

“Tapi tujuan Presiden untuk bangun Indonesia secara keseluruhan biar enggak ada jarak (kesenjangan) antarwilayah,” tuturnya.

Dwikora mengaku, pihaknya sudah dipanggil oleh pemerintah mengenai pemindahan ibu kota. Dalam pertemuan tersebut Dwikora melaporkan kajian akademik BMKG mengenai potensi bencana di Pulau Kalimantan.

“Kami diundang beberapa kali pertemuan. Dan setiap ada perkembangan kami laporkan,” pungkasnya.

Sebelumnya, ‎Presiden Jokowi mengumumkan ibu kota negara di Kalimantan Timur (Kaltim). Jokowi mengumumkannya di Istana Negara, Jakarta.

“Lokasi paling ideal adalah di bagian Kabupatan Paser Utara dan sebagian di Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur,” ujar Jokowi, Senin (26/8).

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads