alexametrics

Bukan Hanya Covid-19, Epidemiolog Sebut Semua Vaksin Harus Halal

28 April 2022, 17:31:51 WIB

JawaPos.com – Putusan Mahkamah Agung Nomor 31P/HUM/2022 mengeluarkan rekomendasi untuk penyediaan vaksin halal dalam program vaksinasi nasional. Karena itu, baru-baru ini Kementerian Kesehatan mengizinkan pemberian vaksin Sinovac sebagai booster Covid-19 dan sudah dijamin kehalalannya sejak awal bergulir di tahun 2020.

Menanggapi keputusan itu, epidemiolog dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan dorongan penyediaan vaksin halal dalam putusan Mahkamah Agung tepat bagi Indonesia dengan penduduk mayoritas Muslim. Sejak sebelum era pandemi, kata dia, pemerintah sudah mengupayakan vaksin yang halal.

“Penduduk kita mayoritas agama Islam. Keputusan ini tentu hal yang baik. Bukan hanya vaksin Covid-19, tapi semua vaksin harus halal,” tegasnya kepada JawaPos.com baru-baru ini.

Akan tetapi, Dicky mengakui, kendalanya tentu pada saat pandemi ini kebutuhan vaksin begitu besar. Apalagi penduduk Indonesia hampir 300 juta dengan kebutuhan dosis vaksin kali 3 hingga booster, maka kebutuhan vaksin di Indonesia hampir 1 miliar dosis vaksin.

“Ini tak mudah. Banyak negara belum dapat itu. Kita bersyukur ya, dengan adanya negosiasi awal dengan kerja sama produksi penelitian seperti Sinovac. Pondasi imunitas banyak terbangun pada 2 dosis pertama,” katanya.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads