alexametrics

Ditanya Posisi Demokrat di Koalisi, Sandi: Kita kan Sesama Anak Jaksel

28 April 2019, 16:50:37 WIB

JawaPos.com – Dukungan politik partai Demokrat kepada pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mulai dipertanyakan oleh sejumlah pihak. Partai besutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut dinilai mulai menunjukkan sikap politik berbeda usai pencoblosan pemilu serentak 2019.

Ketika ditanya hal tersebut, Calon Wakil Presiden Nomor urut 02 Sandiaga Uno menyatakan bahwa koalisi Indonesia Adil Makmur dalam kondisi yang solid. Begitu juga keberadaan partai Demokrat dalam koalisi yang dibangunnya tersebut.

“No issue. Saya yakin koalisi kami, Indonesia adil Makmur solid,” kata Sandi di Masjid At-Taqwa, Jakarta Selatan, Minggu (28/4).

Alumnus George University tersebut juga menyatakan bahwa komunikasinya dengan petinggi partai Demokrat masih intensif hingga sekarang. Bahkan Sandi menyebut, dirinya juga masih sering saling berpesan melalui aplikasi pesan singkat WhatsApp (WA) dengan Agus Harimurti Yudhoyono, yang juga Putra Sulung SBY.

“Pak Hinca (Sekjen Demokrat) yang selalu rutin memberikan update kepada saya. Saya selalu berkontak dengan mas AHY,” terangnya.

Ketika ditanya lebih lanjut ihwal isi pesanya dengan AHY, Sandi enggan membeberkan isi percakapannya dengan AHY. Pihaknya menyatakan, tidak ada yang spesial dari pesannya dengan mantan rivalnya di pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.

“WA-WA-an lah biasa itu. Kita kan sesama anak Jaksel,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kadiv Bantuan Hukum dan Advokasi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahean tak menampik bahwa partainya tersebut nantinya bisa saja bergabung dengan koalisi Jokowi. Bagi dia, partai besutan SBY tersebut sangat terbuka dengan ajakan pihak manapun untuk dapat membangun bangsa.

“Bagi partai Demokrat, politik itu dinamis. Maka tidak tertutup kemungkinan partai Demokrat akan bergandeng tangan dengan siapapun untuk membangun bangsa ke depan. Apakah dengan Pak Jokowi, apakah dengan pak Prabowo atau dengan siapapun. Sepanjang tujuannya untuk Indonesia,” katanya.

Dia menyatakan bahwa kompetisi politik bukanlah harga mati bagi partai Demokrat. Artinya dalam persaingan politik, tidak melulu antar kedua kubu akan selamanya bersaing dalam kancah politik. Pihaknya akan terbuka dengan ajakan siapapun.

“Partai Demokrat tidak menutup diri. Tapi dengan tangan terbuka membangun bangsa, bergandeng tangan dengan siapapun ke depan,” terangnya.

Akan tetapi, imbuh dia, proyeksi pihaknya saat ini masih menuntaskan kewajibannya di koalisi yang dibangun oleh Prabowo. Dia menegaskan, partainya berkomitmen untuk berada di koalisi Prabowo sampai KPU menetapkan siapa yang memenangkan pilpres kali ini.

“Ini kan kompetisi belum selesai dan masih berlangsung sehingga partai Demokrat tidak etis kalau harus menjawab menerima atau tidak kalau ditawari oleh 01. Kalau mereka (01 yang menang), kalau prabowo yang menang? Kita nanti menawarkan partai-partai 01 yang berkoalisi,” tukasnya.

(aim)

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads