alexametrics

PBNU Cium Indikasi Adu Domba di Kasus Pembakaran Bendera

27 Oktober 2018, 10:08:10 WIB

JawaPos.com – Hampir sepekan berlalu, aksi pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat pada peringatan hari santri nasional masih tak kunjung mereda. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) menjadi titik fokus di permasalahan ini karena dianggap yang melakukan pembakaran.

Terkait itu, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Helmy Faishal Zaini meminta agar umat Islam tidak terprovokasi. Sebab dia mencium ada indikasi adu domba untuk memecah belah masyarakat dengan isu ini.

“Kami mohon kepada rakyat Indonesia, umat Islam di mana pun berada khususnya untuk keluarga besar NU jangan terpancing. Ada upaya-upaya mengadu domba untuk menimbulkan kekisruhan,” kata Helmy kepada wartawan, Jumat (26/10).

Helmy juga memberikan imbauan yang sama kepada GP Ansor agar tidak merespon aksi masa secara berlebihan. Biarkan seluruhnya berjalan sesuai hukum yang berlaku.

Lebih lanjut Helmy meminta agar seluruh pihak terutama tokoh-tokoh masyarakat untuk menetralisir kasus ini. Sehingga tidak membuat situasi terus memanas.

“Kami menyampaikan ke keluarga besar Ansor, Banser dan teman-teman muslim khususnya jangan terpancing dan seluruh tokoh, marilah kita sama-sama dinginkan suasana ya cooling down,” imbuhnya.

Mantan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal itu kembali menegaskan bahwa Banser tidak membakar bendera tauhid. Menurutnya bendera yang dibakar di Garut adalah bendera ormas terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

“Sekali lagi saya tegaskan tidak ada pembakaran bendera tauhid, yang ada adalah pembakaran bendera HTI,” jelasnya.

Di sisi lain, terkait perilaku anggota Banser yang bertugas di luar aturan organisasi, maka sudah ada ketentuan jelas terkait sanksi yang harus diberikan.

“Terhadap anggota Banser yang melampaui SOP sebagaimana yang ditetapkan oleh teman-teman GP Ansor dan Banser. Ya mereka ada mekanismenya lah, teguran dan seterusnya,” tukasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : (sat/JPC)



Close Ads
PBNU Cium Indikasi Adu Domba di Kasus Pembakaran Bendera