alexametrics

Bantu BNN Berantas Narkoba, Srikandi Gian Fokus di Penyuluhan

27 Juni 2019, 00:24:20 WIB

JawaPos.com – Dalam menyambut peringatan Hari Anti Narkoba Internasional, Gerakan Indonesia Anti Narkoba (Gian) terus menggelar konsolidasi organisasi untuk memperkuat infrastruktur dan aktualisasi program kerjanya.

Salah satu yang dilakukan untuk mendukung hal tersebut adalah dilakukannya pelantikan tiga DPW Provinsi DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan Banten, serta melantik Ketua Srikandi Gian Nasional, oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Ketua Umum DPP Gian, Guntur Eko Widodo memaparkan, hingga saat ini, genap sudah 34 DPW Provinsi terbentuk, serta 518 DPW Kabupaten/Kota, yang akan bersinergi positif membangun kemitraan untuk sama-sama memberantas Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif yang merusak generasi bangsa.

“Gian memang hadir untuk melengkapi yang sudah ada, sebagai penyeimbang dan kontrol sosial, menjawab tantangan darurat narkoba. Salah satu tujuan utamanya adalah memutus mata rantai jaringan peredaran serta penyalahgunaan narkoba,” kata Eko dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com, Rabu (26/6).

Eko berharap Srikandi Gian dapat menjadi garda terdepan menutup pintu masuk penyalahgunaan NAPZA bagi generasi muda.

“Selain karena jumlah perempuan lebih banyak dari laki laki, juga karena perempuan sebagai ibu bagi keluarga yang paling banyak menanggung beban dari dampak buruk penyalahgunaan narkoba,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Srikandi Gian adalah Lindsey Afsari Puteri yang mendukung harapan tersebut dengan menegaskan kembali komitmen bahwa Gian dan KIM akan bersinergi memerangi penyalahgunaan narkoba di Indonesia.

“Saat ini saya mendapat tambahan amanat untuk memimpin gerakan perempuan secara nasional, dalam formasi Srikandi Gian,” kata Lindsey.

Lindsey yang merupakan politikus Golkar ini berharap, dengan memegang dua tugas yang dipercayakannya akan melakukan kolaborasi dan pengembangan program Penyuluhan dan Pendidikan (P2) yang difokuskan kepada pencegahan dini penyalahgunaan narkoba.

“Ya, pencegahan dini yang dimulai dari keluarga, dimana perempuan atau ibu memegang peranan penting sebagai sekolah pertama bagi anak-anaknya,” kata Lindsey.

Diketahui, berdasarkan data BNN tahun 2017, penyalahgunaan Narkoba di Indonesia mencapai 1,77% atau sekitar 3,37 juta jiwa, dimana 24 persen dari pengguna adalah pelajar/pemuda.

Editor : Dimas Ryandi



Close Ads