Seleksi CPNS Tahun Ini Sedikit Berbeda, Seperti Apa?

27/03/2018, 19:35 WIB | Editor: Estu Suryowati
Ribuan CPNS hasil seleksi 2017 mengikuti pembekalan dari Presiden RI Joko Widodo, di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (27/3). (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN RB) tengah menghimpun formasi perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Ada beberapa aspek yang ditetapkan sebagai syarat pengajuan formasi tersebut.

Menteri PAN RB Asman Abnur mengataan, ada tiga pedoman dalam menentukan formasi CPNS tahun ini. Kementerian PAN RB akan mengacu kepada situasi masing-masing daerah dan tingkat beban kerjanya.

Sedangkan agar dalam perekrutan CPNS ini berjalan jujur dan transparan, Asman akan kembali menerapkan sistem berbasis komputer yang diberi nama Computer Assisted Test (CAT).

“Pedomannya sudah jelas tadi, pertama potensi daerahnya, kemudian beban kerjanya, kemudian kita laksanakan dengan sistemnya CAT. Jadi, nggak boleh lagi ada kekucarangan," ungkap Asman di Istora Senayan Jakarta, Selasa (27/3).

Seleksi CPNS tahun ini juga sedikit mengalami perubahan. Kementerian PAN RB akan lebih memfokuskan terhadap kemampuan yang dibutuhkan.

Sebagai contoh jika di suatu lembaga membutuhkan pekerja di bidang komputer, maka dalam tahap seleksi CPNS akan dicari calon yang memiliki keahlian  di bidang itu juga.

“Tak boleh lagi ada kemampuan administrasi yang terlalu banyak. Spesialisasinya harus ada, kalau udah gitu negara ini cepat majunya,” tegas Asman.

Khusus untuk formasi CPNS daerah, Asman memberlakukan syarat tambahan. Ia tidak memperbolehkan perekrutan CPNS itu melebihi 50 persen belanja daerah.

Apabila melampuai kuota tersebut, harus terlebih dahulu dilakukan mutasi pegawai hingga sesuai dengan kuota yang telah ditentukan tersebut.

“Daerah kami tambah lagi syaratnya, belanja pegawai tidak boleh lebih dari 50 persen. (Kalau lebih) Kami suruh mutasikan dulu tenaga administrasinya, dimutasikan ke Kabupaten/Kota tetangganya,” pungkas Asman.

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi