alexametrics
Satu Tahun Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri

Kapolri Ingin Masyarakat Dapat Layanan Polri Semudah Memesan Pizza

27 Januari 2022, 16:09:29 WIB

JawaPos.com – Hari ini, genap satu tahun Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) setelah dilantik oleh Presiden Joko Widodo. Saat itu, Sigit membawa konsep transformasi Polri yang PRESISI (Prediktif, Responsibilitas dan Transparansi Berkeadilan). Hal itu dituangkan dalam empat transformasi dengan 16 program prioritas, 51 kegiatan 177 aksi, dan delapan komitmen.

Selama setahun, Sigit telah melakukan setapak perubahan untuk mewujudkan Polri yang Presisi. Dengan, memaksimalkan fungsi pokok Polri yang melayani, melindungi dan mengayomi masyarakat. Gagasan dan aksi nyata mewujudkan gagasan itu dituangkan Sigit dalam buku berjudul Setapak Perubahan: Catatan Pencapaian Satu Tahun Polri yang Presisi.

Buku setebal 240 halaman ini terdiri dari 5 bab mulai dari sejarah lahirnya konsep Presisi hingga apa saja yang sudah dicapai. “Polri membekal niat baik untuk berubah, dan saya memohon dengan segala kerendahan hati paling dalam kepada semua pihak untuk membantu mewujudkan keinginan kami bertransformasi,” kata Sigit, Kamis (27/1).

Dalam buku itu, Sigit mengulas awal mula munculnya gagasan Polri Presisi. Semangat transformasi itu berawal dari hasil perenungan akan tantangan dan kondisi yang dihadapi Polri saat ini. Terutama, pesatnya perkembangan media sosial, yang juga menjadi tantangan baru oleh Korps Bhayangkara. Sigit lantas mendiskusikan hal itu dengan berbagai pihak dan mendapat banyak masukan. Termasuk, soal layanan publik dan harapan terhadap Polri.

Sigit lantas menyusun visi, misi, dan apa saja yang dibutuhkan untuk mencapai transformasi Polri Presisi. Hingga akhirnya, konsep itu disosialisasikan ketika resmi dipilih oleh Presiden Jokowi sebagai calon Kapolri. “Setelah saya memaparkan visi tersebut di sejumlah kesempatan. Saya berpikir tentu masyarakat luas akan sulit memahami. Semua mungkin mengenal istilah Polisi Presisi, namun masih banyak masyarakat yang bahkan tak tahu apa akronimnya. Saya menyadari betul hal itu,” ujar Sigit.

Eks Kabareskrim Polri itu juga menyadari banyak masyarakat yang berpikiran negatif, pesimis, dan mempertanyakan tekad bulat untuk mewujudkan Polri yang baik dalam rangka pelayanan publik yang terintegrasi, modern, murah, dan cepat. Pemeliharaan kamtibmas, dan penegakan hukum yang prediktif, bertanggung jawab, transparan, serta menjamin rasa keadilan masyarakat.

“Saya tak menyalahkan itu. Untuk itu, melalui buku ini, saya ingin menjelaskan dengan lebih sederhana, dengan semua penjabaran konsep. Saya ingin bahwa masyarakat bisa mendapatkan pelayanan Polri semudah memesan pizza,” ucap Sigit.

Keinginan itu akan diwujudkan dengan menggabungkan 886 aplikasi terkait Polri yang akan diintegrasikan menjadi satu data. Sigit menyebut, hal itu memudahkan masyatakat untuk mendapatkan layanan Polri yang terbaik.

Bukut Setapak Perubahan yang dirilis tepat satu tahun Listyo Sigit Prabowo menjabat sebagai Kapolri. (Mabes Polri untuk JawaPos.com)

“Saya ingin semua layanan Polri dirasa dekat, mudah, berguna, dan jelas alurnya. Sehingga masyarakat merasa nyaman. Sebenarnya sederhana saja, saya ingin memaksimalkan kembali fungsi pokok Polri untuk melindungi, melayani, dan mengayomi. Sesuatu yang sederhana. Namun perkembangan situasi zaman membuatnya kadang terasa sulit untuk dicapai,” papar Sigit.

Sigit mengakui, banyak yang mengatakan bahwa konsep ini sebuah perjalanan panjang. Dia mengutip pepatah klasik tentang perjalanan ribuan kilometer selalu dimulai dengan satu langkah. “Ini langkah pertama yang dijejakkan dalam perjalanan panjang ini. Kami tempuh dengan niat yang baik, ikhtiar keras, dan tentunya dengan keikhlasan. Kami berupaya menjadi lebih baik untuk kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat. Dan diatas segalanya tentu kita selalu berdoa dan bermohon diberikan kemudahan dan kekuatan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.” tutur Sigit.

Untuk diketahui, dalam empat transformasi yang diusung dalam Polri Presisi, seluruhnya sudah mencapai hasil maksimal dan akan terus ditingkatkan. Transformasi organisasi saat ini disebutnya telah mencapai, 98,20 persen. Kemudian, transformasi operasional sebesar 98,78 persen. Lalu, transformasi pelayanan publik 96,59 persen dan transformasi pengawasan telah mencapai target 98,60 persen.

Editor : Dhimas Ginanjar

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads