alexametrics

Antisipasi BOR Penuh Akibat Omicron, Tempat Tidur Isolasi Ditambah

27 Januari 2022, 16:01:48 WIB

JawaPos.com – Kenaikan kasus Covid-19 menembuh 7 ribu kasus sehari dengan kasus aktif lebih dari 20 ribu kasus pada Rabu (26/1). Meskipun begitu, pemerintah menegaskan kondisi saat ini masih terkendali. Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah antisipatif yaitu dengan penambahan fasilitas baik untuk keperluan karantina, isolasi, dan perawatan untuk mengantisipasi lonjakan keterisian rumah sakit (Bed Occupation Rate atau BOR).

Penambahannya antara lain, penambahan tempat tidur Wisma Atlet Tower 4 dan 7, penyediaan RS dan Hotel Isolasi untuk Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) sejumlah 949 tempat tidur (TT) dengan total Wisma Karantina sebanyak 18.759 tempat tidur dan Hotel 16.021 Kamar, dan Penyediaan lebih dari 20 Hotel Karantina Jamaah Umrah. Dari sisi kebijakan, pemerintah juga telah mengatur skema pelaku perjalanan luar negeri khusus untuk kegiatan berskala internasional melalui mekanisme travel bubble, guna meminimalkan potensi penularan dan kenaikan kasus Covid-19.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito mengataka,  saat ini pemerintah berdasarkan hasil sero-surveilans sudah mulai melakukan antisipasi berupa strategi vaksinasi booster pada daerah yang kekebalan komunitasnya terbukti sudah berkurang. Program vaksin booster juga merupakan respons atas perluasan varian Omicron yang dapat menghindari kekebalan yang telah terbentuk sebelumnya.

“Pembelajaran dari keberhasilan pengendalian kasus ini tentunya harus terus dipertahankan sebagai modal ke depan, terlebih mengingat saat ini masih terjadi sedikit kenaikan kasus. Dua modal kunci tersebut adalah Pertama, adanya kekebalan komunitas, utamanya karena vaksinasi dan akibat pernah tertular, serta kedua, peran aktif masyarakat mempertahankan disiplin protokol kesehatan,” katanya dalam keterangan virtual, Rabu (26/1).

Prof Wiku menyebut data per 2 Januari 2022, peningkatan kasus mingguan aktual sebesar 1.500 kasus per minggu. Lebih rendah dari 3 prediksi yaitu, apabila terjadi peningkatan maksimal 400 ribu kasus per minggu, peningkatan maksimal 250 ribu kasus per minggu dan apabila terjadi peningkatan penularan sebesar 50 persen, serta 80 ribu kasus per minggu yang dianggap sebagai estimasi yang paling mungkin terjadi.

“Kabar baiknya, meskipun saat ini kasus sedikit mengalami peningkatan, namun masih jauh lebih rendah bahkan dari estimasi yang diprediksi paling mungkin terjadi,” kata Prof Wiku.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Marieska Harya Virdhani

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads