alexametrics

DPR Minta Pemerintah Pastikan Evakuasi WNI di Wuhan

27 Januari 2020, 12:32:36 WIB

JawaPos.com – Anggota Komisi I DPR Christina Aryani‎ angkat bicara menanggapi kasus Virus Korona yang tengah menjadi perbincangan. Dia berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk memastikan proses evakuasi terhadap WNI yang saat ini ada di Kota Wuhan, Tiongkok.
Menurut Christina, langkah cepat dan tepat dalam proses evakuasi sangat dibutuhkan mengingat virus tersebut sangat berbahaya. “Keterbatasan logistik dan sulitnya akses transportasi keluar masuk Wuhan saat ini juga mendorong agar evakuasi segera dilakukan,” ujar Christina kepada wartawan, Senin (27/1).
Politikus Partai Golkar ini mengatakan, dengan membiarkan WNI  tetap berada di Kota Wuhan, maka sama saja membiarkan WNI akan terkena Virus Korona tersebut. “Jadi sama saja dengan membiarkan mereka menunggu giliran terinfeksi,” katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan, langkah evakuasi juga dilakukan oleh beberapa negara, seperti Amerika, Prancis, Jepang, serta Srilanka. Berbeda dengan Amerika yang men-charter pesawat untuk memulangkan warganya, Prancis akan memindahkan warganya ke provinsi lain untuk dikarantina.
Oleh sebab itu, Komisi I DPR menyampaikan keprihatinan mendalam atas keadaan ini dan mendorong pemerintah segera menyampaikan rencana evakuasi WNI di Wuhan. Apalagi dia mendapat informasi, catatan KBRI menyebutkan ada sekitar 93 WNI di Kota Wuhan.
“Pemerintah juga perlu mempertimbangkan larangan masuk bagi wisatawan asal Tiongkok hingga permasalahan menyangkut penyebaran virus bisa ditangani lebih baik,” ungkapnya.
‎Sekadar diketahui, dilansir dari situs resmi World Health Organization (‎WHO), Virus Korona merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit flu biasa hingga penyakit yang lebih parah seperti MERS dan SARS.
Adapun Virus Korona biasa ditemukan pada banyak spesies hewan seperti unta dan kelelawar. Namun Virus Korona yang menginfeksi hewan dapat berevolusi untuk menyerang manusia dan membuat orang sakit, seperti Novel Coronavirus (2019-nCoV), SARS-CoV, dan MERS-COV.

Editor : Fadhil Al Birra

Reporter : Gunawan Wibisono


Close Ads