Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Mei 2026 | 20.47 WIB

Pembelaan Elite Golkar untuk Prabowo, Yakin Ekonomi Indonesia Tidak Ulang Krisis 1998

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham di Jakarta, Rabu (10/9). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com) - Image

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham di Jakarta, Rabu (10/9). (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Partai Golkar membela Presiden Prabowo Subianto terkait kondisi ekonomi Indonesia saat ini yang diyakini tidak mengulang krisis 1998.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham sangat meyakini ekonomi Indonesia tidak seperti krisis 1998. Menurut dia, pesimisme yang berkembang belakangan ini terlalu dipengaruhi pola pikir neoliberalisme yang menempatkan pasar bebas sebagai penentu utama arah ekonomi nasional.

“Ideologi Pancasila itu bukan liberalisme dan bukan sosialisme. Pancasila adalah ideologi Wasathiyah-jalan tengah. Di satu sisi mengakui hak-hak individual, tetapi di sisi lain juga mengakui hak komunitas dan kepentingan sosial masyarakat,” kata Idrus kepada wartawan, Minggu (24/5).

Idrus menilai kritik yang menyebut proyek strategis nasional sebagai proyek “prestise” lahir dari cara pandang ekonomi yang terlalu berorientasi pada keuntungan pasar jangka pendek. 

Dia berpandangan banyak proyek strategis tidak akan disentuh pihak swasta karena membutuhkan investasi besar dengan masa pengembalian yang panjang. Oleh karena itu, negara harus hadir secara aktif melalui BUMN sebagai instrumen intervensi ekonomi untuk menjaga keseimbangan sosial.

“BUMN jangan dipandang sekadar entitas bisnis. BUMN adalah alat negara untuk menjaga stabilitas harga, mendistribusikan energi, menciptakan lapangan kerja, dan memastikan rakyat mendapat akses pembangunan secara merata,” ujarnya.

Mantan narapidana korupsi itu mengingatkan bahwa negara tidak boleh sepenuhnya menyerahkan nasib rakyat kepada mekanisme pasar bebas. Tanpa kontrol negara, ketimpangan ekonomi berpotensi semakin melebar.

“Kalau semuanya dilepas ke pasar, maka yang kuat akan semakin menguasai. Negara harus hadir menjadi penyeimbang agar kesejahteraan tidak hanya dinikmati kelompok tertentu,” tutur mantan Sekjen Golkar era Setya Noanto itu. 

Indonesia saat ini tidak sedang menuju jurang krisis, melainkan tengah membangun model ekonomi nasional yang lebih mandiri, berdaulat, dan berkeadilan sosial sesuai semangat Pancasila.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore