alexametrics

IDAI Sebut Kasus Anak Terkonfirmasi Covid-19 Terbanyak di Jabar

26 September 2021, 20:00:41 WIB

Sementara itu, Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI  Hikari Ambara Sjakti menuturkan, laporan tersebut menunjukkan angka kematian kasus atau case fatality rate (CFR) Covid-19 pada anak di Indonesia, yakni 522 kematian dari 35.506 kasus suspek (CFR 1,4 persen), dan 177 kematian dari 37.706 kasus terkonfirmasi (CFR 0,46 persen).

Laporan hasil riset IDAI itu menyebutkan CFR Covid-19 anak di Indonesia tersebut jauh lebih tinggi dibanding di negara lain, seperti Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Hal itu kemungkinan karena kapasitas pemeriksaan (testing) yang rendah sehingga banyak kasus yang tidak terdeteksi.

Laporan tersebut juga mengungkapkan penyebab kematian anak akibat Covid-19 terbanyak karena faktor gagal napas, sepsis/syok sepsis, serta penyakit bawaan (komorbid). Komorbid terbanyak pada anak Covid-19 yang meninggal adalah malnutrisi dan keganasan, disusul penyakit jantung bawaan, kelainan genetik, tuberkulosis (TBC), penyakit ginjal kronik, celebral palsy, dan autoimun. Sebanyak 62 anak meninggal tanpa komorbid.

Ketua Satuan Tugas Covid-19 IDAI Yogi Prawira menuturkan, faktor penyebab gagal napas dan sepsis/syok sepsis terjadi pada kondisi Covid-19 yang berat. Sehingga, pemantauan kondisi serta tata laksana secara dini dan tepat sangat penting untuk mencegah terjadinya dua kondisi tersebut.

Hasil penelitian IDAI tersebut dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in pediatrics yang terbit pada 23 September.

Sementara itu, data kementerian kesehatan (kemenkes) pada waktu yang sama mendapatkan 77.254 kasus anak terkonfirmasi Covid-19 dari total kasus 671.778, yaitu sekitar 11,5 persen. Perbedaan jumlah tersebut terjadi karena penelitian itu yang terdata hanyalah kasus yang ditangani dokter anak. Sedangkan kemenkes juga memasukan data dari anak yang tidak bergejala dan hasil telusur kontak.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara




Close Ads