alexametrics

‎AHY Kenang Kinerja SBY yang Berhasil Tangani Krisis Ekonomi Indonesia

26 September 2020, 10:19:19 WIB

JawaPos.com – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti mengatakan bahwa kondisi ekonomi Tanah Air yang kini sedang memprihatinkan akibat Covid-19 juga pernah terjadi pada 2008 silam. Kala itu, pemerintahan masih dipegang oleh sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

“Saya ingin mengingatkan sebuah fakta sejarah 12 tahun lalu. Meski ada perbedaan dari segi penyebab krisisnya, di mana krisis tahun 2008 terjadi akibat financial crash di Amerika Serikat, sedangkan krisis saat ini disebabkan oleh Covid-19 di Tiongkok,” ujar AHY dalam pidato HUT ke-19 Partai Demokrat, Jumat (25/9) malam kemarin.

Meski penyebabnya berbeda, krisis ekonomi saat ini memiliki dampak skala global yang sama seperti di tahun 2008 silam. “Alhamdulillah, saat itu,krisis ekonomi global tersebut tidak sampai melumpuhkan ekonomi Indonesia dan menyengsarakan kehidupan rakyat kita,” katanya.

AHY menceritakan, krisis ekonomi 2008 kala itu berhasil tertangani karena pemerintah pusat dan daerah berjalan satu komando dibawah pimpinan SBY. AHY meyakini, keluarnya Indonesia dari krisis ekonomi global tahun 2008 adalah karena bersatunya rakyat untuk mengatasi krisis bersama-sama.

“Ada kesatuan komando, dan kerja sama yang baik, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah derah, para ekonom, para pelaku dunia usaha; baik besar maupun kalangan UMKM; serta dukungan seluruh masyarakat,” ungkapnya.

AHY mengaku kala itu SBY berhasil memberikan bantuan kepada masyarakat agar tidak terdampak krisis. Golongan miskin dan kurang mampu dibantu melalui bantuan langsung tunai (BLT) sehingga masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Dunia usaha juga dibantu untuk mencegah gelombang PHK besar-besaran. Kebijakan stimulus fiskal juga mampu menjaga kepercayaan pasar di Indonesia.

Berkaca pada pengalaman tersebut, AHY yakin Indonesia bisa melewati krisis yang saat ini tengah melanda. “Saya yakin, bahwa sekarang pun, kita bisa melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads