alexametrics

Tangkuban Parahu Semburkan Abu Vulkanik, Masyarakat Diminta Menjauh

26 Juli 2019, 19:32:45 WIB

JawaPos.com – Kawasan wisata Gunung Tangkuban Parahu, Lembang, Bandung terpaksa harus ditutup sementara. Setelah mengalami erupsi sejak pukul 15.48 WIB, Jumat (26/7).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, jatuhan abu vulkanik yang disemburkan dari gunung Tangkuban Parahi telah mencapai radius 2 Kilometer, dengan tinggi kolom abus mencapai sekitar 300 meter di atas permukaan laut.

Sebagaimana diketahui, distribusi abu teramati di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat mendapatkan informasi dari warga di Kecamatan Cisarua bahwa abu juga telah mengarah ke daerah tersebut.

Sedangkan laporan dari BPBD, abu erupsi masih belum terlihat dari kantor BPBD Bandung Barat yang berjarak 17 – 20 km dari gunung.

Pascaerupsi Gunung Tangkuban Parahu, Badan Geologi juga telah mengeluarkan peringatan bahaya bagi pesawat yang melintas di sekitar wilayah gunung atau Volcano Observatory Notice for Aviation (VONA).

Notifikasi VONA berwarna oranye mengindikasikan lontaran abu masih berada di bawah 1.000 kaki. Level ini dapat membahayakan penerbangan. VONA juga menyebutkan distribusi abu vulkanik mengarah ke timur laut dan selatan.

“PVMBG juga sedang mengevaluasi status Gunung Tangkuban Parahu yang berada pada level I (Normal),” kata Plh. Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Jumat (26/7).

PVMBG, menurut Agus, telah meminta masyarakat, pengunjung, wisatawan dan pendaki tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas. Juga tidak boleh menginap dalam kawasan kawah-kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

“Karena ketika cuaca mendung dan hujan, akan ada gas-gas vulkanik yang dapat membahayakan untuk kesehatan. PVMBG juga meminta masyarakat mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas,” tukasnya.

Sebelumnya, PVMBG melaporkan bahwa Gunung Tangkuban Parahu yang terletak di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengalami erupsi pada Jumat (26/7), pukul 15:48 WIB. Kolom abu teramati dengan ketinggian kurang lebih 200 m di atas puncak.

Asap tebal warna kelabu tebal dan abu mengarah ke Timur-Utara-Selatan. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 38 mm dan durasi 5 menit 30 detik.

Masyarakat di sekitar gunung juga diminta tetap tenang dan tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak benar, serta memonitor peringatan maupun informasi dari pemerintah daerah atau Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Sementara itu, Atep Salman Al Farisi selaku koordinator Masyarakat Relawan Indonesia (MRI)-ACT Jawa Barat mengatakan, akses Subang-Bandung saat ini ditutup. “Tim kami sedang menuju lokasi untuk memastikan kondisi teraktual,” kata Atep.

Kata Atep, berdasar imbauan PVMBG bahwasannya masyarakat, wisatawan, dan pendaki di sekitar Gunung Tangkuban Parahu, sudah tidak diperbolehkan turun mendekati dasar kawah Ratu dan Kawah Upas. Pengunjung pun dilarang menginap di kawasan kawah aktif yang ada di dalam kompleks Gunung Tangkuban Parahu.

Masyarakat di sekitar Gunung Tangkuban Parahu juga diminta mewaspadai terjadinya letusan freatik yang bersifat tiba-tiba dan tanpa didahului oleh gejala-gejala vulkanik yang jelas.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Igman Ibrahim



Close Ads