alexametrics
Laporan M. Hilmi Setiawan dari Makkah

Kurang Banyak, Sri Ilham Minta Bumbu Ayam Rica-rica Ditambah

26 Juli 2019, 16:45:21 WIB

JawaPos.com – Kejadian menarik muncul saat Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri, Kementerian Agama (Kemenag), Sri Ilham Lubis melakukan inspeksi katering di dapur perusahaan Ruwah Qurtubah, Kamis (25/7) sore. Saat itu menu yang sedang diolah adalah ayam rica-rica. Menu ini adalah salah satu menu daerah jamaah di zonasi Sulawesi Embarkasi Makassar (UPG).

Sri Ilham langsung menuju ke tempat pengemasan katering. Perusahaan Ruwah Qurtubah ini melayani 4.995 jamaah. Isi katering terdiri dari nasi, ayam goreng bagian paha, dan rebusan mentimun serta wortel.

Dia ternyata tidak puas melihat takaran bumbu rica-ricanya. “Ini terlalu sedikit,” katanya.

Perempuan yang jago bahasa Arab itu memerintahkan kepada juru masak supaya bumbu rica-ricanya diperbanyak. Seluruh ayam harus dilapisi bumbu rica-rica.

Bahkan jika diperlukan ayamnya dicelup ke bumbu rica-rica dahulu. Baru kemudian ditaruh di kotak makan. Sri Ilham bahkan sempat mencontohkan seberapa banyak takaran bumbu rica-rica yang menurutnya pas.

“Seperti ini takarannya. Kalau bumbunya habis masak lagi,” tutur Sri Ilham.

Dia lantas meminta seluruh kemasan katering yang sudah terlanjur ditutup untuk dibuka lagi. Kebetulan kemasan yang sudah rapi belum terlalu banyak.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis melihat penyimpanan bahan bumbu yang berasal dari Indonesia. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

Dia mewanti-wanti supaya bumbu rica-ricanya harus banyak. Sebab jamaah kadang juga suka memakan bumbu rica-rica dengan nasi saja.

M. Hilmi Setiawan Wartawan Jawa Pos yang ikut dalam inspeksi tersebut ikut mencicipi olahan rica-ricanya. Bumbunya cukup nendang.

Meskipun begitu rasanya tidak terlalu pedas. Jadi, jamaah tidak perlu khawatir dengan kesehatan perutnya akibat olahan yang terlalu pedas.

Sebelum ke Ruwah Qurtubah, Sri Ilham bersama rombongan mengunjungi dapur perusahaan Global Taste. Saat itu dapur yang melayani 5.790 jamaah itu sedang memasak ayam gulai. Menu ini adalah menu daerah untuk zonasi Sumatera.

Cara memasaknya, ayam digoreng terpisah dahulu. Baru setelah itu direndam beberapa jam dengan bumbu gulai yang sudah disiapkan.

Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis melihat proses memasak ayam gulai. (Hilmi Setiawan/Jawa Pos)

Ayam gulai ini tidak menggunakan santan. Sebab olahan berbahan santan rawan basi. Sebagai gantinya menggunakan kemiri.

Sri Ilham lantas melihat ruang penyimpanan bahan untuk bumbu masakan. Dia mengapresiasi karena bahan baku bumbunya menggunakan produk Indonesia langsung.

“Ini ada serai, daun salam, jahe, dan lainnya,” jelasnya.

Setelah olahan ayam gulai matang, Sri Ilham mencoba sampelnya. Dia puas dengan cita rasa Indonesia yang ada di olahan tersebut.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Hilmi Setiawan



Close Ads