alexametrics

KPU Imbau Masyarakat Tonton Tayangan Ulang Sidang MK

26 Juni 2019, 09:39:35 WIB

JawaPos.com – Mahkamah Konsitusi telah rampung menggelar sidang pemeriksaan saksi dan ahli terkait sengketa Pilpres 2019. Selanjutnya, pada Kamis 27 Juni 2019 besok, Mahkamah Konstitusi (MK) bakal memutus sidang sengketa Pilpres yang diajukan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Amar putusan tersebut, rencanananya akan dibacakan secara bergantian oleh sembilan hakim MK dengan dipimpin oleh Hakim Anwar Usman.

Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Viryan Aziz mengatakan, untuk melihat rekaman sidang-sidang saksi dan ahli yang dilakukan MK. Dia menyarankan agar masyarakat melihat dengan jeli isi rekaman sidang. Ini penting dilakukan untuk menepis isu-isu bias. Sehingga masyarakat mendapatkan jawabannya.

“Apabila ingin mengetahui hal yang sebenarnya, dari informasi ternyata si A begini, si B begini. Nah itu kan bisa dicek pakai rekaman sidang itu. Agar tidak penuh dengan prasangka,‎” ujar Viryan kepada wartawan, Kamis (26/6).

‎Viryan menambahkan masyarakat juga perlu menyaksikan putusan sengketa dugaan di Pilpres 2019 ini. Hal itu menurutnya pembacaan putusan itu sangat penting. Apakah betul adanya dugaan kecurangan di hajatan lima tahunan itu.

“Silakan masyarakat menonton. Sebab pembacaan putusan itu penting sekali. Yang ingin nonton bareng, ya silakan. Tetapi nobar yang sesuai dalam konteks hukum ya,” katanya.

Viryan menjelaskan, majelis hakim MK akan membacakan putusan secara keseluruhan yang terkait dengan poin-poin permohonan. Termasuk juga jawaban-jawaban dari pemohon Prabowo-Sandi, termohon KPU, yang terkait Jokowi-Ma’ruf Amin dan pemberi keterangan Bawaslu. Sehingga semuanya akan dibacakan detail oleh sembilan majelis hakim.

“Nanti semuanya akan dibacakan secara detail, ” pungkasnya.

Terpisah, Komisioner KPU Wahyu Setiawan berharap seluruh gugatan sengketa Pilpres yang diajukan Prabowo-Sandi bisa ditolak oleh MK. Alasannya KPU harus membela argumen keputusan Pilpres 2019 ini.

“Harapan kita, seluruh permohonan pemohon ya ditolak. Kenapa begitu? Ya kan kami harus membela keputusan KPU sendiri,” ujar Wahyu.‎

Oleh sebab itu adanya keputusan MK nanti, Wahyu berharap semua pihak harus menerimanya. Karena kputusan lembaga penguji undang-undang ini bersifat final dan mengikat. Termasuk KPU yang juga siap menerima apapun keputusan dari MK.

“Semua pihak ya (perlu menerima putusan MK). Kita kan harus mengapresiasi Paslon 01 dan 02, dan semua saksi dan ahli. Kepada semua pihak kita harus mematuhi hukum. Dan kita harus menerima apapun keputusan MK nanti‎,” pungkasnya.

Sebelumnya, sembilan hakim MK telah menetapkan bahwa sidang pembacaan hasil putusan sengketa perselisihan hasil pilpres yang diajukan Prabowo-Sandiaga Uno akan dilakukan pada Kamis 27 Juni 2019. Pembacaan putusan ini dipercepat yang sedianya dijadwalkan pada 28 Juni 2019.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads