alexametrics

Masyarakat Percepat Mudik, Ganjar: 1.776 Orang dari Jakarta ke Jepara

26 Maret 2020, 21:55:18 WIB

JawaPos.com – Rindu kampung halaman merupakan hal yang lumrah dirasakan para perantau. Belum adanya kepastian dari pemerintah mengenai kebijakan mudik di tengah pandemi Covid-19, jadi momok tersendiri, membayangkan tak bisa Lebaran di kampung halaman.

Namun masyarakat harus sadar dan bersabar, karena tentunya bangsa ini tidak mau virus korona menyebar semakin luas, akibat langkah gegabah. Melalui akun Instagram resminya, Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa telah terjadi pergerakan besar-besaran para perantau di Jabodetabek ke Jateng.

“Saya ingin mencermati pergerakan saudara-saudara kita yang mempercepat mudik ke kampung halaman. Kemarin, saya tahu ada 80 bus yang membawa 1.776 penumpang dari Jakarta ke Jepara,” katanya dalam video yang diunggah Rabu (25/3).

Ganjar melihat, ada peningkatan jumlah penumpang dari Jabodetabek yang turun di terminal-terminal yang ada di Jateng. Misalnya, pada 22 Maret lalu, kata Ganjar, ada 2.323 penumpang turun di Terminal Bulupitu, Purwokerto.

Pada periode sama, sebanyak 2.625 penumpang turun di Terminal Giri Adipura, Wonogiri. Situasi yang sama juga terjadi di Terminal Cepu, Pemalang, Kebumen, Wonosobo, dan di beberapa tempat lainnya.

Mencermati fenomena ini, Ganjar meminta Bupati/Wali Kota untuk lebih tegas menerapkan protokol kesehatan. “Setiap perantau yang pulang, tolong dicek kesehatannya. Pantau terus,” lanjutnya.

Protokol kesehatan yang sama juga ia minta diterapkan di level desa bahkan RT/RW. Dengan begitu, lanjut Ganjar, apabila ditemukan pasien positif Covid-19 baru, bisa segera ditelusuri riwayat kontak dan pergerakan si pasien tersebut.

Instagram Ganjar Pranowo.

Ganjar menyampaikan, hingga Rabu kemarin, pukul 17.30 WIB, pasien positif Covid-19 di Jateng bertambah 19 orang menjadi 38 orang. Sebanyak 34 orang dirawat, sedangkan 4 orang pasien meninggal dunia.

Adapun jumlah Orang Dalam Pemantauan mencapai 2.858 orang. Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan mencapai 257 orang.

Lebih lanjut, politikus PDIP itu meminta kepala daerah untuk lebih ketat dalam mengimbau masyarakat untuk tidak menciptakan kerumunan. “Silakan membatasi pergerakan, atau kalau perlu menutup tempat-tempat yang berpotensi ada kerumunan, seperti alun-alun, objek wisata, pantai, dan sebagainya,” imbuhnya.

Masyarakat juga diimbau untuk dapat menunda aktivitas massal seperti peribadatan dan resepsi pernikahan, sesuai petunjuk para ulama. Dia meminta masyarakat membantu upaya pemerintah memerangi Covid-19.

“Semoga pageblug ini bisa segera kita lalui,” pungkasnya.

Sri Sultan Minta Pendatang Isolasi Mandiri

Fenomena mudik lebih awal juga tampaknya terjadi di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ). Guna mencegah penyebaran Covid-19, Gubernur DIJ Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X meminta para pendatang untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari.

“Kami sepakat dalam rapat tadi mengambil kebijakan bahwa pendatang dari luar Jogjakarta yang masuk ke Jogja harus diisolasi minimal 14 hari,” katanya dilansir dari Antara, Kamis (26/3).

Selanjutnya, dari isolasi mandiri itu, mereka akan mendapatkan pemeriksaan kesehatan guna memastikan terjangkiti Covid-19 atau tidak. “(Pemeriksaan) tidak kita lakukan di jalan-jalan, tapi di tempat di mana dia berdomisili,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan menyampaikan, kebijakan ini diambil menyusul banyaknya pendatang atau perantau yang memutuskan pulang kampung di tengah darurat Covid-19. Sri Sultan menambahkan, mereka berbondong-bondong ke DIJ lantaran tempat lain ditutup sehingga tidak bisa berjualan, tidak masuk kantor, atau bahkan terkena PHK.

“Belum waktunya Lebaran tapi masyarakat Jogjakarta sudah pada pulang akibat virus. Sehingga saya punya perkiraan bahwa mereka yang perlu dipantau itu akan makin besar,” kata dia.

Hingga Kamis (26/3) ini jumlah PDP yang sudah menjalani swab test di DIJ mencapai 130 orang. Dari jumlah tersebut, 33 orang dinyatakan negatif Covid-19. Sementara itu, 18 orang teridentifikasi positif Covid-19.

Dari 18 pasien positif Covid-19, sebanyak 3 orang meninggal dunia, 1 orang sembuh. Sebanyak 79 (dari 130 PDP) masih menunggu hasil, namun dua di antaranya telah meninggal dunia.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Romys Binekasri



Close Ads