
Caption: Mantan Ketua MK sekaligus Founder Jimly School of Law and Government (JSLG), Jimly Asshiddiqie, menyerahkan penghargaan kepada Bivitri Susanti. (Muhammad Ridwan/JawaPos.com)
JawaPos.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) sekaligus Founder Jimly School of Law and Government (JSLG), Jimly Asshiddiqie, menyatakan pentingnya membangun tradisi memberi penghargaan di era kebebasan bermedia sosial saat ini.
Menurutnya, masyarakat kerap kali lebih fokus mencari kesalahan dan saling mendiskreditkan dibanding menghargai kontribusi sosial dan kemanusiaan yang dilakukan sesama warga negara.
“Kita ingin membangun tradisi memberi penghargaan. Ketika kita berada di satu zaman di mana di ruang publik kita, baik itu di medsos maupun di dalam perbincangan sehari-hari, kita sering sekali menyaksikan bagaimana satu dengan yang lain saling menghujat, saling menghina, saling merendahkan,” kata Jimly dalam acara Jimly Award 2025 di Jakarta, Rabu (15/10).
Jimly menjelaskan, melalui penghargaan ini pihaknya ingin menumbuhkan kebiasaan baru yang positif, yakni menghormati dan melihat sisi baik dari setiap sumbangan masyarakat dalam kehidupan bersama.
Menurutnya, budaya apresiasi adalah langkah penting untuk memperkuat semangat gotong royong, penghormatan, serta penghargaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan konstitusi.
“Maka di tengah kegalauan seperti ini, lahirlah ide untuk memberi penghargaan ini (Jimly Award). Maka mudah-mudahan ini ada gunanya,” harapnya.
Dalam kesempatan ini, pihaknya memberikan penghargaraan terhadap pejuang demokrasi yang diberikan kepada Bivitri Susanti. Serta, pejuang hukum mantan Ketua Umum YLBHI Asfinawati.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Jimly Award, Maruarar Siahaan, menegaskan penghargaan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian terhadap individu maupun lembaga yang berani menegakkan demokrasi dan konstitusi, meski harus menghadapi berbagai risiko dan ancaman.
“Mereka korbankan waktu, tenaga, dan keselamatan pribadi. Mereka hadapi ancaman dalam menegakkan demokrasi dan konstitusi. Oleh karena itu, mereka layak dapat penghargaan,” tutur Maruarar.
Sebagai informasi, Jimly Award 2025 merupakan ajang perdana yang diselenggarakan oleh JSLG. Dewan juri terdiri atas sejumlah tokoh nasional seperti mantan Hakim MK Maruarar Siahaan, eks Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu, eks Ketua MK Hamdan Zoelva, akademisi UI Valina Singka Subekti, dan petinggi MUI KH Masduki Baidlowi.
Proses seleksi penghargaan ini dimulai sejak April 2025, diawali dengan pemilihan dewan juri dan penjaringan calon penerima dari berbagai sumber kredibel. Penentuan pemenang dilakukan melalui indikator terukur pada dua kategori, yakni lembaga masyarakat dan perseorangan.
Berikut daftar penerima Jimly Award 2025:
Kategori Lembaga
1. Perhimpunan Jiwa Sehat – Pejuang Penegak Konstitusi Bidang Kesejahteraan Sosial.
2. Lembaga Sasana Inklusi dan Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB) Indonesia – Pejuang Penegak Konstitusi Bidang Kesejahteraan Sosial.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
104 Pusat Perbelanjaan di Jakarta Bakal Pesta Diskon sampai 70 Persen, Catat Waktunya!
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Pulang ke Persebaya Surabaya? Andik Vermansah Dapat Tawaran dari 5 Klub, Ingin Kembali Bermain di Kasta Tertinggi
