
Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri (tiga dari kiri) dalam dialog peradaban global di Beijing, Kamis (10/7). (Istimewa)
JawaPos.com - Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri menggaungkan nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika dalam panggung internasional. Hal itu digaungkan Megawati dalam dialog peradaban global yang digelar di Wisma Negara Diaoyutai, Beijing, Kamis (10/7).
Megawati menjadi pembicara utama di hadapan 600 peserta dari 144 negara. Menurut Ketua Umum PDIP itu, Pancasila tidak hanya milik bangsa Indonesia tetapi juga dapat menjadi rujukan bagi perdamaian dunia.
"Untuk membangun dunia baru, Presiden Soekarno saat itu menawarkan falsafah Pancasila. Pancasila bukan hanya doktrin nasional untuk bangsa Indonesia, tetapi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat digunakan sebagai kerangka etik global," kata Megawati.
Dalam sesi dialog bertema 'Menjaga Keberagaman Peradaban Manusia demi Perdamaian dan Pembangunan Dunia', Megawati menekankan pentingnya membangun tatanan dunia baru yang tidak didasarkan pada kekuatan militer, tetapi pada nilai-nilai luhur kemanusiaan, gotong royong, dan kerja sama antarperadaban.
“Dunia yang bukan ditentukan oleh siapa yang paling kuat, tetapi oleh siapa yang paling beradab. Dunia di mana hubungan antarbangsa tidak ditentukan oleh 'yang menang menulis sejarah' tetapi oleh semangat kerja sama antarperadaban," ucap Megawati.
Megawati juga memperkenalkan semangat Bhinneka Tunggal Ika sebagai fondasi harmoni dalam keberagaman. Ia menegaskan, prinsip gotong royong dapat menjadi solusi global terhadap persoalan umat manusia tanpa diskriminasi.
"Kami juga meyakini dengan prinsip gotong royong, kita bisa mencari solusi bersama berbagai kompleksitas persoalan dunia dan mengangkat martabat seluruh umat manusia di muka bumi ini tanpa diskriminasi," ujar Megawati.
Karena itu, Megawati menyerukan untuk membangun dunia yang tidak hanya adil, tetapi juga penuh martabat bagi semua umat manusia.
Forum yang diinisiasi oleh Partai Komunis Tiongkok (PKC) ini dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Anggota Politbiro dan Kepala Departemen Publikasi PKC Li Shulei, yang menyampaikan pesan dari Presiden Xi Jinping. Dalam pesannya, Xi Jinping menyoroti pentingnya pertukaran budaya dan pembelajaran antarperadaban untuk menghadapi tantangan global.
"Sejarah menunjukkan bahwa kemajuan peradaban dan perkembangan umat manusia tidak dapat dipisahkan dari pertukaran dan saling belajar antarperadaban," ujar Li Shulei membawakan pesan Presiden Xi Jinping.
Tidak dipungkiri, situasi internasional diwarnai oleh berbagai perubahan dan ketidakstabilan. Bahkan umat manusia berada di persimpangan jalan baru.
Oleh karena itu, sangat diperlukan pertukaran peradaban untuk melampaui sekat antarperadaban, dan saling belajar antarperadaban untuk mengatasi konflik antarbudaya
Turut mendampingi Megawati dalam forum ini adalah jajaran elite PDIP dan perwakilan pemerintah Indonesia, seperti Olly Dondokambey, Ahmad Basarah, Darmansjah Djumala, Duta Besar RI Djauhari Oratmangun, dan pakar pertahanan Connie Rahakundini Bakrie.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Profil Irjen Pipit Rismanto, Pati Polri yang Diungkap IPW Diduga Diperiksa Propam Polri Terkait Dugaan Korupsi Pertambangan
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
Resmi! Veda Ega Pratama Kena Long Lap Penalty, Peluang Podium Moto3 Hungaria 2026 Terancam?
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Isu Reshuffle Kabinet Sempat Mencuat, Siapa Saja Menteri Berpotensi Diganti oleh Presiden Prabowo?
