Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi saat jumpa pers di Jakarta pada Senin (17/6). (Rian Alfianto/JawaPos.com)
JawaPos.com - Di tengah kabar duka yang menggema dari Timur Tengah, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Jakarta menyampaikan pernyataan keras.
Dalam sebuah pesan yang sarat makna, Iran mengutuk serangkaian serangan brutal yang menewaskan warga sipil tak berdosa, yang disebut sebagai bagian dari kejahatan sistematis yang dilakukan oleh Israel dengan dukungan langsung Amerika Serikat.
“Yang gugur bukan tentara, bukan kombatan. Mereka adalah anak-anak, perempuan, ilmuwan, dan rakyat biasa yang hanya ingin hidup damai di tanah air mereka sendiri,” ujar Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi kepada awak media di kediaman pribadinya di Jakarta, Kamis (3/7).
Dalam beberapa pekan terakhir, Iran kembali diguncang. Rudal-rudal menghujani wilayah sipil, bukan markas militer. Rumah tinggal, sekolah, bahkan laboratorium menjadi sasaran. Tak hanya infrastruktur yang porak-poranda, tetapi juga hati para keluarga korban yang kini tinggal kenangan.
Boroujerdi menyebut serangan ini sebagai 'noda hitam dalam sejarah modern', karena dilakukan secara terang-terangan dan tanpa memperhitungkan nilai-nilai dasar kemanusiaan maupun hukum internasional. Ia menilai serangan tersebut sebagai bagian dari kampanye terkoordinasi yang melibatkan kekuatan asing.
“Ketika Amerika Serikat ikut meluncurkan serangan ke fasilitas nuklir damai kami, itu bukan sekadar pelanggaran hukum internasional, tapi bukti runtuhnya moral dan hilangnya akal sehat dalam kebijakan luar negeri mereka,” lanjutnya.
Iran Menolak Bungkam
Dalam pernyataannya, Kedutaan Iran di Jakarta menyampaikan bahwa bangsa Iran tidak akan tinggal diam. Mereka menegaskan haknya untuk mempertahankan diri sesuai Pasal 51 Piagam PBB, dan menyatakan akan terus melawan segala bentuk agresi maupun konspirasi.
“Kami berdiri untuk para syuhada. Untuk setiap tetes darah yang tertumpah, akan ada suara perlawanan yang lebih keras. Kami tidak akan menyerah,” tegas Boroujerdi.
Iran juga menyindir keras diamnya dunia internasional, terutama negara-negara yang selama ini mengklaim sebagai penjaga hak asasi manusia, namun justru bungkam saat kekejaman nyata terjadi di depan mata.
“Diamnya lembaga-lembaga internasional hanya memperkuat pelaku kejahatan. Dunia sedang menuju kegelapan yang lebih dalam jika kita terus menutup mata,” ungkap Boroujerdi.
Iran menyerukan kepada semua pihak, pemerintah, media, aktivis, dan individu-individu yang masih memiliki hati nurani, untuk tidak tinggal diam. Mereka diminta untuk berani membuka tabir dan menunjukkan wajah asli dari rezim yang disebut Iran sebagai 'agresor dan kriminal'.
“Ini bukan hanya soal Iran. Ini soal masa depan dunia. Agar tragedi kemanusiaan semacam ini tidak terus berulang,” pungkas Dubes Iran itu.
Pernyataan Iran ini menjadi penanda bahwa konflik Timur Tengah masih jauh dari kata selesai, dan bahwa perlawanan terhadap ketidakadilan akan terus bergema, bahkan dari jarak ribuan kilometer, dari Jakarta.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
