Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 29 Mei 2025 | 21.40 WIB

Indonesia Lirik J-10C, Pesawat Tempur Pakistan yang Jatuhkan Rafale Milik India dalam Pertempuran Udara

Potret KSAU Marsekal M. Tony Harjono. (TNI AU). - Image

Potret KSAU Marsekal M. Tony Harjono. (TNI AU).

JawaPos.com - Indonesia sudah membeli 48 pesawat tempur Dassault Rafale dari Perancis. Meski begitu, keinginan untuk memperkuat TNI AU membuat pemerintah mengupayakan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) lain. Belakangan, pemerintah dan Angkatan Udara dikabarkan melirik pesawat tempur buatan Tiongkok, Chengdu J-10C. 

Pesawat tersebut sempat membuat heboh saat eskalasi konflik antara Pakistan dengan India memanas beberapa waktu lalu. Beredar informasi yang menyebutkan bahwa J-10 milik Pakistan berhasil menjatuhkan Rafale milik India. Sorotan tertuju ke sana lantaran J-10 belum memiliki rekam jejak pertempuran. Lain dengan Rafale yang sudah teruji.

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI M.Tony Harjono dalam wawancara bersama awak media di Jakarta memang tidak secara tegas menyebut ada rencana pemerintah untuk mendatangkan J-10 dari Tiongkok. Namun, dia menyatakan, sudah ada pandangan ke arah sana. 

”Ada pandangan ke sana. Jadi, untuk penentuan alutsista juga tidak hanya, ya saya beli ini. Ada Dewan Penentu Alutsista, itu melalui rapat, pertimbangan ini-itu, dan kami bicarakan tidak dalam waktu singkat. Jadi, prosesnya tetap ada. Kita juga negara non aligned, tidak berpihak ke salah satu blok,” tegas Tony.

Dengan posisi tersebut, sambung Tony, Indonesia bisa mendatangkan alutsista dari mana saja. Hanya, dia menegaskan kembali, pengadaan alutsista untuk TNI bergantung pada kebijakan pemerintah. Sementara pemilihan alutsista sangat bergantung pada perkembangan lingkungan regional. 

”Jadi apa yang menjadi alutsista yang diberikan kepada Angkatan Udara, kami sebetulnya menunggu dari kebijakan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertahanan,” imbuhnya. 

Lebih lanjut, Tony menyampaikan bahwa Angkatan Udara bertugas sebagai pembina kekuatan. Panglima TNI dan Mabes TNI adalah pengguna kekuatan. Sementara Kementerian Pertahanan (Kemhan) adalah pengembang kekuatan. 

”Jadi jenis apa saja, termasuk pesawat dari mana, jenisnya apa, kami menunggu arahan dari Kemhan. Mau dari China, mau dari Amerika, kami siap menerima,” tegas Tony. 

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore