Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 23 Mei 2025 | 18.48 WIB

Pesan Sri Mulyani ke Dirjen Pajak dan Bea Cukai Baru: Naikan Tax Ratio, Perbaiki Coretax, Ceisa hingga Citra Lembaga

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto serta Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama saat dilantik. (Istimewa). - Image

Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto serta Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama saat dilantik. (Istimewa).

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pesan kepada Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Bimo Wijayanto serta Dirjen Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama yang baru dilantik, pada Jumat (23/5) pagi. 

Dalam pesan yang disampaikan, Menkeu meminta keduanya untuk memperbaiki sejumlah hal. Mulai dari Sistem Coretax di Ditjen Pajak, Portal Ceisa Bea Cukai, hingga citra masing-masing instansi. 

Terlebih, keduanya merupakan pejabat yang dipilih oleh Presiden Prabowo Subianto karena sudah diberi arahan dan diberi tugas langsung ke Istana Negara, Jakarta. 

"Pak Bima dan Pak Djaka sudah dipanggil langsung oleh presiden, diberikan arahan dan juga sekaligus tugas. Penerimaan negara adalah andalan, namun penerimaan negara juga menjadi salah satu tantangan yang paling utama," kata Sri Mulyani. 

Menurutnya, Kemenkeu sebagai pengelola tugas penerimaan negara harus mampu menjawab kenaikan tax ratio, perbaikan Coretax yang perlu untuk terus diyakinkan mampu memudahkan wajib pajak, memberikan pelayanan yang mudah, relaibility dari sistem. 

Kemudian, di Bea Cukai Portal Ceisa yang sering memberikan kemudahan, namun pada saat yang sama sering dikeluhkan harus terus diperbaiki. 

"Citra dari Ditjen Pajak dan Bea Cukai harus terus dijaga dan terus ditingkatkan, masyarakat menginginkan penerimaan pajak naik, namun masyarakat dan dunia usaha biasanya sangat segan untuk mau membayar pajak," jelas Sri Mulyani. 

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, hal itu adalah kontradiksi yang harus terus menerus dikelola. Pasalnya, setiap rupiah yang telah Kemenkeu kumpulkan tidak menjadi hanya sekedar penerimaan negara, namun dia mampu untuk menjawab tantangan-tantangan struktural. 

"Saya berharap untuk Pak Bimo, Pak Djaka dan seluruh staf ahli penerimaan negara dan PNBP dapat kerja sama secara erat, untuk Bea dan Cukai yang membutuhkan dukungan dari kementerian dan lembaga," ungkapnya. 

Selain itu, ia juga berpesan kepada Bimo dan Djaka, tugasnya tidak hanya menjaga penerimaan negara. Namun juga menjaga industri dan menjaga perekonomian Indonesia.

Bahkan, kata dia, Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan berkali-kali agar penerimaan negara terutama dari kegiatan-kegiatan yang dilihat sebagai ilegal atau menyalahi aturan harus dikoreksi. 

"Maka kehadiran Pak Djaka merupakan suatu nilai tambah yang kami harapkan dapat mendukung dan meningkatkan kemampuan Kemenkeu untuk melakukan koordinasi yang jauh lebih baik dan efektif dengan berbagai aparat penegak hukum dan instansi-instansi lainnya. Karena Kemenkeu tidak mungkin menjalankan tugas sendiri di Republik Indonesia," pungkasnya.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore