JawaPos Radar | Iklan Jitu

Tak Terima Soal Skandal Sandiaga, Dahnil Minta Kapolri Usut Tuntas

25 September 2018, 13:50:07 WIB | Editor: Estu Suryowati
Tak Terima Soal Skandal Sandiaga, Dahnil Minta Kapolri Usut Tuntas
Cawapres nomor urut 2 Sadiaga S Uno diterpa kampanye hitam dari sebuah situs berisikan konten negatif. (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Kampanye pilpres diwarnai dengan kampanye hitam alias black campaign oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Cara kotor yang digunakan misalnya dugaan fitnah terhadap Cawapres Sandiaga Uno dengan konten memojokkan di website www.skandalsandiaga.com.

Berdasarkan penelusuran JawaPos.com, website itu berisikan konten-konten negatif yang menyerang Sandi. Dari 13 konten yang ada saat ini, artikel pertama diunggah pada 22 September 2018, tepat saat domain itu baru dibeli dan online.

Berdasarkan data Who Is, domain website itu habis pada 22 September 2019. Itu berarti, domain www.skandalsandiaga.com dibuat pada 22 September 2018. Sebab, umum diketahui bahwa usia berlangganan suatu domain adalah kelipatan satu tahun.

Tak Terima Soal Skandal Sandiaga, Dahnil Minta Kapolri Usut Tuntas
Koordinator juru bicara Koalisi Indonesia Adil Makmur Dahnil Anzar Simanjutak meminta Kapolri Tito Karnavian untuk mengusut tuntas fitnah terhadap Sandi. (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

Kemunculan web itu bisa ditengarai dibuat oleh orang tidak bertanggung jawab. Sebab, pemilik website mengunci informasi lainnya melalui privacy protection. Sehingga, tidak bisa diketahui pemilik domain itu.

Dikonfirmasi soal kemunculan website ini, koordinator juru bicara Koalisi Indonesia Adil Makmur Dahnil Anzar Simanjuntak meminta Kapolri Tito Karnavian untuk mengusut tuntas. Apalagi, kata dia, Tito pernah berjanji akan menindak tegas praktik penyebaran hoax dan fitnah semacam ini.

"Kami mau menagih komitmen Kapolri Pak Tito. Pak Tito kan berulang kali menyatakan akan melawan dan menindak dengan tegas siapa pun yang menebar fitnah dan hoax pada pilpres dan pileg kali ini. Itu berulang kali lho disampaikan oleh Pak Tito," kata kader Pemuda Muhammadiyah itu saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (25/9).

Dahnil pun meminta Tito dan jajarannya untuk mengungkap dalang di balik penyebaran hoax. Dia pun yakin, teknologi canggih yang dimiliki Polri dapat menemukan dalang yang telah membuat koleganya menjadi korban.

"Hari ini Bang Sandi kan menjadi korban dari produksi hoaks-hoaks yang luar biasa itu. Jadi, kami tagih janjinya Pak Kapolri itu. Jangan sampai kemudian hoaks terkait dengan oposisi atau rival dari petahana itu penindakannya lambat dan tidak jelas," tuturnya.

Menurut Dahnil, praktik penyebaran hoaks dan fitnah ini dapat merusak demokrasi Indonesia ke depannya. Terpisah, jurkam Koalisi lndonesia Adil Makmur, Fadli Zon enggan menanggapi berlebihan mengenai kemunculan website yang telah mencoreng nama baik Sandiaga.

"Alah. Itu pasti dibuat oleh pusat hoax nasional," kata Fadli di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (25/9).

Kendati demikian, Fadli tak menjelaskan lebih lanjut ihwal dalang yang dikatakannya sebagai pembuat hoax. Begitu pula mengenai sikap yang akan diambil Koalisi Indonesia Adil Makmur untuk menghadapi keberadaan website tersebut.

"Kami kan udah tahu semua siapa itu pusat hoax nasional. Yang gitu-gitu pasti kan pusat hoax nasional yang buat tuh," pungkasnya.

Salah satu konten dalam website tersebut menuding Sandiaga berselingkuh dengan seorang perempuan cantik berinisial MB. MB merupakan petinggi di suatu perusahaan ternama yang ada di Indonesia.

Dalam situs itu, digambarkan MB selalu menyambangi Balai Kota DKI Jakarta untuk menemui Sandiaga, yang kala itu menjabat sebagai Wagub DKI Jakarta. Belum diketahui pencetus situs dan maksud dari adanya situs skandal tersebut.

(ce1/aim/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up