alexametrics
Soal Investigasi Kerusuhan 22 Mei

Mabes Polri Persilakan Amnesty International Serahkan Data

25 Juni 2019, 17:58:20 WIB

JawaPos.com – Polri dianggap telah melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), khususnya di Kampung Bali pada peristiwa kerusuhan 21-22 Mei di Jakarta. Itu ungkapkan oleh Amnesty International berdasar investigasi khusus mengenai kerusuhan hasil Pilpres 2019.

Peneliti Amnesty International Indonesia Papang Hidayat menjelaskan, lembaganya telah melakukan wawancara terhadap sejumlah saksi, korban, dan keluarga korban dalam investigasi yang dilakukan selama satu bulan.

“Kesimpulan juga diperkuat oleh bukti video dan telah diverifikasi oleh tim fakta Amnesty Internasional,” kata Papang di Kantor Amnesty Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6).

Papang menduga, ada pembunuhan di luar hukum yang menimpa 10 orang, penangkapan dan penahanan sewenang-wenang, serta penggunaan kekuatan berlebihan oleh polisi terhadap demonstran maupun orang-orang yang berada di lokasi perkara.

“Pengungkapan ini merupakan upaya kami sebagai bagian dari masyarakat sipil guna memenuhi hak publik untuk mengetahui apa yang terjadi pada 21-23 Mei,” terang Papang.

Oleh karena itu, Papang mengharapkan temuan ini bisa mendorong adanya akuntabilitas di kepolisian, terhadap segala bentuk pelanggaran yang dilakukan.

Bertepatan dengan momentum Hari Dukungan untuk Korban Penyiksaan Internasional 2019, lanjut Papang, Amnesty International meminta negara melakukan investigasi, membawa personel Brimob yang diduga terlibat penyiksaan ke muka hukum, serta memberikan pemulihan kepada para korban.

“Momentum ini juga penting untuk mengingatkan otoritas di Indonesia agar kejadian penyiksaan seperti di Kampung Bali tidak terjadi lagi ke depannya,” jelasnya.

Menanggapi temuan ini, Karopenmas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo meminta Amnesty International untuk menyerahkan data tersebut ke tim gabungan Polri untuk dilakukan tindaklanjut.

“Itukan data LSM. Monggo datanya serahkan ke tim investigasi gabungan nanti akan didalami masukannya tersebut,” tegas Dedi Prasetyo.

Diketahui, Polri membentuk tim gabungan peristiwa kerusuhan 21-22 Mei yang dipimpin oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Pol Moechgiyarto.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Muhammad Ridwan