JawaPos Radar | Iklan Jitu

AMAN Bantu Awasi Politik Uang

25 Juni 2018, 10:51:29 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Politik Uang
Aliansi Masyarakat Sipil Bojonegoro saat Deklarasikan Gerakan Anti-money Politik. (Yudi Handoyo/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Masyarakat Sipil Anti-money Politik (AMAN) mendeklarasikan diri untuk menolak segala bentuk politik uang. Deklarasi dilakukan di Rest Kopi Ireng Bles, Jalan Panglima Polim, Bojonegoro, Jawa Timur (Jatim).

"Mengingat waktu pilkada tinggal beberapa hari, maka sangat rawan dan perlu kami antisipasi bersama agar pemilu benar-benar berkualitas dan tidak melanggar peraturan yang berlaku," kata Koordinator AMAN M Alfianto, Senin (25/6).

Aturan tentang politik uang jelas tertuang dalam Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota. Pasal 187A ayat 1 dijelaskan, siapa saja yang memberikan imbalan untuk mempengruhi seseorang menggunakan hak pilih dapat dikenakan pidana. Yakni penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan.

Lalu denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar. "Jadi ingat, pemberi dan penerima uang di pilkada siap-siap diancam dengan hukuman penjara maksimal 6 tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar," tandasnya.

Alfianto mengingatkan kepada seluruh masyarakat Bojonegoro bahwa pilkada saat ini beda. Aturannya lebih ketat. "Maka jadilah pemilih yang rasional dengan menjauhi semua larangan. Yang paling utama, jauhilah money politik. Hindarkan keluarga Anda dari ancaman pidana," imbuhnya.

Gerakan aliansi ini berawal dari keterbatasan anggota Panwas dalam menindaki laporan warga. Maka aliansi masyarakat sipil mengharuskan diri untuk turut hadir dalam mengawal perundang-undangan yang berlaku. Tujuannya agar tercipta iklim demokrasi yang sehat.

"Harapan kami ke depan dapat bekerja sama dengan Panwas dan pihak keamanan dalam mengawasi praktik pilkada agar terbebas dari money politik. Apalagi menjelang pilkada seperti ini," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PC PMII Bojonegoro M Kamaluddin mendukung gerakan edukasi ke publik untuk menolak politik uang menjelang pilkada. "Kami harus menjadi pelopor demokrasi yang sehat. Kami akan mensosialisakan ke seluruh lapisan masyarakat untuk menolak segala bentuk money politik. Serta berani melaporkan kepada kami dan pihak berwenang apabila ada calon kepala daerah atau timses yang akan melakukan money politik," ujarnya saat hadir dalam deklarasi AMAN.

Deklarasi AMAN di Bojonegoro sendiri dihadiri berbagai komponen masyarakat. Antara lain aktivis pemuda, aktivis perempuan, aktivis mahasiswa, aktivis sosial dan jurnalis.

(yud/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up