alexametrics

Tujuh Daerah Lain Ikut Terdampak Banjir Rob

25 Mei 2022, 11:30:19 WIB

JawaPos.com – Bukan hanya Kota Semarang yang terdampak banjir rob. Tujuh daerah di pesisir pantura Jateng juga mengalami nasib serupa, meski tak separah Semarang.

Kasi Pelayanan Masyarakat PMI Jawa Tengah Dwi Handoko mengungkapkan, banjir rob melanda kawasan Kendal, Brebes, Pemalang, Demak, Kabupaten Tegal, Kota Tegal, Kota Pekalongan, dan Kota Semarang.

’’Menurut BMKG, Mei hingga Juni merupakan puncak pasang tertinggi dan hal tersebut mengakibatkan banjir rob di beberapa wilayah pantura,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang kemarin (24/5).

Di Kabupaten Kendal, banjir rob melanda Kecamatan Kaliwungu. Untuk Kabupaten Brebes, daerah terdampak adalah Kecamatan Brebes dan Kecamatan Losari. Di Kabupaten Pemalang, sebanyak 8 desa di Kecamatan Ulujami ikut menjadi korban. Lalu, di Kabupaten Demak, banjir melanda Kecamatan Sayung. Ketinggian air bahkan sempat mencapai 1,5 meter. PMI memobilisasi personel dan perahu karet untuk melakukan evakuasi. Di Kabupaten Tegal, banjir melanda Kecamatan Kramat. Sedangkan di Kota Tegal, daerah terdampak adalah Kelurahan Panggung dan Muarareja.

Sementara itu, dari Jakarta, Kepala Pusat Meteorologi Maritim BMKG Eko Prasetyo menjelaskan, banjir rob dipicu oleh beberapa faktor. Antara lain, peningkatan kondisi cuaca maritim di pesisir utara Jawa Tengah yang memicu gelombang setinggi 1,3 meter hingga 2,5 meter. Kemudian, fenomena superposisi gelombang (bertumpuknya gelombang laut) yang melanda area pesisir. ’’Ditambah dorongan angin kencang 20 hingga 25 knot,” ujar Eko kepada Jawa Pos kemarin (24/5).

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Muhammad Adek Rizaldi mengatakan, upaya penanganan darurat saat ini telah dilakukan tim Kementerian PUPR. Salah satunya dengan menginventarisasi tanggul yang rusak. Apabila ada yang jebol, akan dipasang geo bag/jumbo bag sebagai tanggul sementara untuk menahan air.

’’Kita juga telah berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah kota/kabupaten untuk rencana penanganan darurat serta pendataan kawasan terdampak, sekaligus mempersiapkan sarana pengendali banjir seperti pompa air dan bahan banjiran,’’ ungkap Adek. Menurut Adek, banjir rob yang terjadi, khususnya di Kota Semarang, bukan disebabkan kerusakan infrastruktur tanggul yang tengah dibangun, melainkan akibat tingginya air pasang.

Adek menyebut, informasi dari Stasiun Meteorologi Maritim Tanjung Emas Semarang, tinggi muka air laut pada pukul 15.00 WIB mencapai +210 cm dpl. ’’Alhamdulillah sejak tadi malam pukul 22.00 WIB, ketinggian air pada level +162 cm dpl dan sudah menunjukkan tren menurun,’’ ujar Adek.

Berdasar data sementara BBWS Pemali Juana Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR, dampak banjir rob mengakibatkan tergenangnya Pelabuhan Tanjung Emas Kota Semarang sekitar 30–150 sentimeter dan Sungai Meduri yang melintas di Kabupaten/Kota Pekalongan meluap hingga menggenangi beberapa permukiman warga dan jalan di Desa Tegal Dowo, Pasir Sari, Karang Jompo, Pacar, Samborejo, Meduri, Pulosari, serta Mulyorejo.

Untuk penanganan banjir rob di pantai utara Jawa, Kementerian PUPR secara bertahap membangun infrastruktur pengendali banjir mulai dari hulu hingga hilir di sekitar Kota Semarang. Meliputi pembangunan Bendungan Jatibarang untuk penanganan hulu dan pembangunan kanal banjir, normalisasi sungai, tanggul rob, stasiun pompa, kolam retensi, termasuk bendung gerak di Kanal Banjir Barat (KBB) untuk penanganan hilir.

Untuk menahan limpasan rob, dibangun tanggul rob yang membentang sepanjang 2,17 km dari kampus Universitas Islam Sultan Agung (Unissula), melingkari kawasan industri Terboyo, hingga Kali Sringin. Selain itu, juga sedang dilaksanakan pembangunan jalan tol Semarang–Demak sepanjang 27 km yang direncanakan terintegrasi dengan tanggul laut. Proses konstruksi jalan tol sekaligus tanggul laut ini telah mencapai 81 persen. Menurut rencana, pembangunan rampung akhir 2022.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : tau/mha/bas/c17/oni

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads