NasDem Siapkan Alternatif Koalisi Parpol Lain Jika Tak Ada Kesepakatan

25 Januari 2023, 10:27:28 WIB

JawaPos.com – Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali mengakui, tengah menyiapkan alternatif koalisi dengan partai politik (parpol) lain, jika tak menemukan kesepakatan dengan PKS dan Demokrat dalam menghadapi gelaran Pilpres 2024. Ketiga partai itu, menamakan Koalisi Perubahan untuk mengusung Anies Baswedan sebagai capres di pesta demokrasi. Meski demikian, sampai saat ini ketiganya belum juga mendeklarasikan koalisi tersebut.

“Ketika kemudian (koalisi) ini terhambat dengan persyaratan yang tidak mungkin kita penuhi, tentunya kita harus punya alternatif-alternatif,” kata Ali pada wartawan, Rabu (25/1).

Elite Partai NasDem ini menyatakan, pihaknya tentu membutuhkan parpol lain untuk mengusung Anies sebagai capres. Sebab, NasDem tidak bisa mengusung sendiri karena tak mencukupi syarat pencalonan ambang batas presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen kursi DPR RI.

“Baru NasDem yang hari ini mendukung Anies, yang lain belum ada pencetusnya. Sekarang kita menunggu,” ucap Ali.

Saat ini, kata Ali, Demokrat dan PKS masih bersikukuh menyodorkan masing-masing kadernya untuk menjadi pendamping Anies. Misalnya, PKS menawarkan Ahmad Heryawan dan Demokrat memberi nama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Dia menegaskan, untuk memenangkan gelaran pesta demokrasi seharusnya tidak boleh ada parpol yang memaksakan kehendak. Terpenting, bisa menyamakan persepsi dalam memenangkan pesta demokrasi.

“Jadi kalau itu tidak diterima Koalisi Perubahan tidak terjadi, artinya itu saling mengunci. Itu yang sejak awal saya katakan bahwa NasDem menghindari itu,” ungkap Ali.

Menurut Ali, seharusnya Demokrat dan PKS terlebih dahulu menyamakan persepsi untuk bersepakat mengusung Anies Baswedan pada Pilpres 2024.

“Katakan Nasdem, Demokrat, PKS sama-sama sudah menandatangani kesepakatan mengusung Anies (sebagai) calon presiden, itu namanya koalisi,” tegas Ali.

Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani sebelumnya mengatakan, partainya berencana mengumumkan nama yang bakal disodorkan untuk menjadi cawapres kepada Anies Baswedan pada Februari 2023. Namun, Kamhar tidak menjelaskan terkait waktu pasti pengumuman nama kandidat yang bakal mereka dukung di pesta demokrasi 2024.

“Karenanya tak boleh terburu-buru tapi juga tak boleh terlambat. Terkait tanggal belum ada pembicaraan, namun bulan Februari setahun sebelum pemilu adalah waktu yang pas,” demikian Kamhar, pada Senin (16/1).

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads