Sumiati dan Sunarti, Sosok Guru Tangguh dari Bumi Mataram

24 November 2022, 11:49:43 WIB

JawaPos.com–Menyiapkan kompetensi peserta didik guna menghadapi tantangan zaman bukan hal yang mudah. Sebab, guru sebagai motor perubahan harus memiliki pola pikir yang kritis dan berjiwa pembelajar yang tangguh agar terus dapat berinovasi dalam proses pembelajaran.

Sumiati dan Sunarti adalah guru asal Mataram, NTB, yang sosoknya bisa menjadi contoh. Mereka adalah guru yang memiliki semangat belajar dan semangat berbagi yang tinggi.

Mengawali perbincangan, Sumiati sejak awal sudah menunjukkan ketertarikannya dengan teknologi. Menurut dia, teknologi harus masuk dalam kompetensi pedagogik. Selain itu, Sumati juga menggarisbawahi kemampuan beradaptasi yang tinggi yang harus dimiliki seorang guru profesional.

Sumiati dan Sunarti, Sosok Guru Tangguh dari Bumi Mataram
Sunarti, guru bahasa Indonesia SMAN 1 Mataram. (Dok. Kemendikbudristek)

”Sebab, kompetensi tersebut sangat dibutuhkan agar guru bisa mengelola pembelajaran sesuai dengan kondisi yang ada khususnya di abad ke-21 ini,” tegas Sumiati, guru mata pelajaran kimia yang mengajar di SMAN 11 Mataram itu.

Sumiati bercerita, sejak pandemi melanda Indonesia, guru-guru yang tadinya tidak mau membuka diri terhadap teknologi, mau tidak mau harus belajar memanfaatkan teknologi untuk menunjang pembelajaran. Google Classroom menjadi salah satu media digital yang digunakan guru untuk membuat soal secara daring (online).

Meski adaptasi terhadap teknologi bagi beberapa guru senior membutuhkan proses yang lebih lama, Sumiati mengungkapkan, mereka tetap menunjukkan ketertarikannya untuk belajar. Sesama guru dari berbagai lintas usia saling membantu untuk menciptakan materi pembelajaran yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Terkait dengan peningkatan kompetensi digital dan teknologi informasi (TI), Sumiati menekankan, hal tersebut sebenarnya bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja.

”Pengembangan diri bisa dilakukan dengan mandiri tanpa harus menunggu dipanggil pelatihan oleh pemda. Apalagi zaman sekarang banyak pelatihan online yang tidak berbayar yang bisa diikuti guru-guru,” ucap Sumiati optimistis.

Kolaborasi dengan teman sejawat dikatakan Sumiati adalah pilihan terbaik. Sebab, setiap ilmu dan pengalaman yang didapatkan akan bernilai jika diimbaskan kepada guru-guru lain.

”Jika mereka memiliki kemampuan lebih, saya akan mengajak untuk berbagi dan berkolaborasi sehingga mampu meningkatkan kapasitas satu sama lain,” ucap Sumiati yang senang mempelajari hal-hal baru.

Senada dengan itu, Sunarti, guru bahasa Indonesia di SMAN 1 Mataram juga meyakini pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan capaian belajar siswa. Semangat untuk meningkatkan kapasitas diri harus muncul dari diri seorang guru. Sebab guru adalah sosok yang digugu dan ditiru.

”Salah satu cara yang paling sederhana untuk meningkatkan kompetensi adalah dengan berbagi dan berkolaborasi. Seorang guru haruslah terus tergerak, terus bergerak, dan teruslah menggerakkan komunitas di sekitarnya,” terang Sunarti, yang sudah 28 tahun mengabdikan diri untuk mengajar.

Produk/kegiatan yang dilakukan Sunarti terinpirasi dari berbagai pelatihan yang telah diikuti. Di antaranya yaitu Metode AMP yang memberdayakan alumni, media swadaya, dan penghargaan, meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Kedua, ES TEH singkatan dari Empati, Simpati, Tulus, Energik, dan Harmonisasi, sebagai upaya untuk meningkatkan nilai karakter siswa.

Selain itu, DIKSI SI DARLING singkatan dari Diskusi, Kolaborasi, dan Apresiasi Daring Luring atasi learning loss pada masa PTMT. Keempat, KIS singkatan dari Kolaborasi, Inovasi, dan Solusi, dalam mewujudkan Merdeka Belajar dan Profil Pelajar Pancasila.

Sunarti mengaku senang dan bersyukur ketika upaya yang dia lakukan untuk memberikan pembelajaran bermakna bagi peserta didik membuahkan hasil.

”Siswa lebih antusias dan lebih banyak ingin tahu tentang cara dan materi yang guru ajarkan. Pembelajaran menggunakan IT sangat menarik dan tidak membosankan kata siswa,” ucap Sunarti menirukan komentar peserta didik.

Dia menambahkan, upaya guru di sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran juga semakin optimal karena mendapat dukungan kepala sekolah. Guru sebagai garda terdepan harus mampu menguasai berbagai kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman agar proses belajar di satuan pendidikan semakin asyik, aktif, interaktif, kreatif, produktif, dan menyenangkan.

Semangat Belajar, Semangat Mengimbaskan

Sumiati adalah sosok guru yang senang belajar. Tekadnya begitu kuat untuk mempelajari berbagai hal baru di sekitarnya. Dia mengaku selalu bersemangat setiap mengikuti pelatihan baik itu pelatihan secara mandiri maupun pelatihan dari pemda dan pusat.

”Biasanya setelah mengikuti pelatihan saya merasa keterampilan dan kemampuan semakin bertambah dan saya selalu tidak sabar untuk berbagi dan mengimbaskannya baik kepada teman guru yang lain maupun kepada siswa,” ungkap Sumiati.

Pelatihan yang telah diikuti yaitu Pembuatan Naskah dan Video Pembelajaran, Orientasi Pembelajaran Kurikulum Merdeka (online Mandiri), dan Pelatihan Penggerak Merdeka Belajar. Adapun pelatihan yang dia ikuti dan paling diminati adalah Pelatihan Pembuatan Modul Ajar Kurikulum Merdeka secara Offline dan Pelatihan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila secara Offline.

Berbagai pelatihan yang telah diikuti Sumiati membuatnya kini telah melakukan berbagai perubahan dalam pola pembelajaran di kelas. Seperti penerapan pembelajaran berdiferensiasi, merancang pembelajaran bermakna bagi siswa, membimbing setiap siswa untuk membuat dan menggunakan blog sebagai media pembelajaran.

”Saya juga termotivasi untuk memvariasikan model pembelajaran di kelas seperti model pembelajaran PBL, PJBL, Discovery Learning, dan lain-lain,” imbuh Sumiati yang mengaku inovasi yang dilakukan mendapat dukungan dari kepala sekolah dan mendapat sambutan positif dari peserta didik.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : ARM

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads