Azka, tanpa Makan-Minum di Bawah Puing Sejak Cianjur Digoncang Gempa

24 November 2022, 11:03:42 WIB

JawaPos.com – Sorak-sorai dan gema ucapan syukur langsung terdengar begitu “keajaiban” itu terjadi. Azka Maulana Malik, bocah 5 tahun yang tiga hari tertimbun reruntuhan rumahnya, berhasil diselamatkan kemarin (23/11).

“Iya alhamdulillah. Anak itu sudah tertimbun tiga hari, tapi tetap hidup dan sehat walafiat,” kata Kepala Desa Nagrak Hendi Saeful Maladi kepada Radar Cianjur.

Azka pun langsung dievakuasi ke RSUD Sayang Cianjur. Kemarin di tenda tempat dia dirawat, bocah asal Kampung Rawacina, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, tersebut dibesuk sejumlah pejabat.

Mengutip Antara, sekitar pukul 12.00 Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa hadir di RSUD, disusul Menko Polhukam Mahfud MD yang datang sekitar 30 menit setelahnya. Sedangkan Kepala BNPB Suharyanto sudah ada di rumah sakit yang sama sejak sekitar pukul 11.00.

Saat itu para pejabat tersebut dipandu Direktur Utama RSUD Cianjur Darmawan Setiabudhi untuk mengunjungi tenda-tenda sembari diberi penjelasan terkait kondisi pasien. Setelah itu, mereka diarahkan ke tenda C untuk bertemu Azka.

Wahyudin, paman Azka, kemudian memberikan penjelasan terkait kronologi penyelamatan Azka. Ketua Umum Dharma Pertiwi Hetty Andika Perkasa pun tak kuasa menahan air mata.

Hetty berupaya berbincang dengan Azka, tetapi bocah tersebut belum banyak berbicara karena kondisinya masih lemah. Hetty mengajak Azka memakan biskuit untuk mendorong asupan makanan baginya.

“Mau,” kata Azka saat diminta memakan biskuit oleh Hetty.

Azka yang bertahan tanpa makan dan minum setelah tertimbun akibat gempa pada Senin siang lalu itu mengeluh sakit di tangannya karena jarum infus. Namun, dia tetap bersedia bangun dan digendong Hetty.

Tim SAR mulai melakukan pencarian yang difokuskan di empat titik di Kecamatan Cugenang kemarin pagi. Di lokasi itu, diduga masih banyak korban yang tertimbun bangunan maupun longsoran tanah.

Wahyudin saat itu menunjukkan kepada personel tim SAR di mana Azka diduga berada kali terakhir sebelum gempa melanda sekitar pukul 13.00. Menurut Wahyudin, Azka berada di kamarnya yang kini bangunannya telah ambruk.

’’Kan kalau jam-jam segitu, Azka itu biasanya tidur di kamarnya sendirian,’’ kata Wahyudin.

MELAHIRKAN DI TENDA DARURAT: Relawan mengevakuasi pengungsi yang akan melahirkan di Desa Sukamulya, Kampung Baru Kaso, Kabupaten Cianjur, kemarin (23/11). (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Akhirnya para personel dari tim SAR membobol tembok kamar yang telah ambruk di rumah Azka. Yang ditemukan adalah kayu lapis atau tripleks. Tapi, pada saat yang sama, ditemukan pula tanda-tanda kehidupan.

Pada saat itulah, kata Wahyudin, Azka mulai melihat cahaya dan tangan-tangan petugas tim SAR yang berusaha meraihnya. Akhirnya Azka berhasil dikeluarkan dari reruntuhan bangunan dan langsung diserahkan ke pamannya.

Sayangnya, sang nenek yang ditemukan di sebelahnya sudah meninggal. Sehari sebelumnya, ibunda Azka juga ditemukan meninggal. Sedangkan sang ayah berada di Bandung saat gempa terjadi.

TRAUMA-HEALING: Sejumlah guru dari TK Ikatan guru Raudhatul Athfal Karang Tengah mengajak anak-anak korban gempa bermain di di pengungsian, Desa Sukamulya. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : byu/c7/ttg

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads