alexametrics

Kuartal Keempat Jadi Perjuangan Akhir Industri Wisata untuk Bertahan

24 Oktober 2021, 16:12:51 WIB

JawaPos.com – Kasus Covid-19 di Indonesia mulai mengalami perbaikan secara signifikan dalam penanganannya. Hal ini tentunya menjadi kabar baik bagi para pelaku industri.

Namun, pemerintah baru-baru ini menerbitkan kebijakan untuk mewajibkan calon konsumen melampirkan bukti PCR sebagai syarat penerbangan. Padahal bagi industri penerbangan, waktu ini adalah kesempatan untuk bangkit.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (Sekjen PHRI) Maulana Yusran mengatakan, kuartal keempat merupakan perjuangan terakhir daripada industri pariwisata untuk bisa pulih.

“Di 2021 ini, kita tau ppkm sudah mulai turun, kasus Covid membaik, semester dua atau kuartal keempat ini adalah perjuangan terakhir bagi sektor usaha pariwisata untuk mendapatkan pertumbuhan di tengah situasi yang sulit,” jelasnya ketika dihubungi JawaPos.com, Minggu (24/10).

Pasalnya, pada kuartal pertama 2022, industri pariwisata akan memasuki low season, di mana minat masyarakat untuk melakukan perjalanan menurun. Oleh karenanya, kebijakan ini dirasa akan sangat memberatkan semua pihak.

“Kuartal empat ini ada kesempatan tumbuh, tapi terhambat, ini kan makin rentan daya tahannya untuk masuk kuartal pertama nanti,” terang dia.

“Kuartal pertama itu mayoritas tidak ada suatu kegiatan yang bisa menumbuhkan sektor pariwisata. Dengan aturan ini, tentu akan menjadi hambatan besar dan berpotensi untuk menggangu cash flow perusahaan nanti untuk di kuartal pertama 2022,” tutup Yusran.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Saifan Zaking




Close Ads