alexametrics

Kemendikbudristek Pahami Banyak Pihak Khawatir Rencana PTM Terbatas

24 Juni 2021, 16:15:30 WIB

JawaPos.com – Banyak pihak meragukan keamanan atas pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di tengah kasus Covid-19 yang semakin melonjak dengan tajam. Untuk Rabu (23/6) kemarin saja, kasus baru positif tercatat sebesar 15.308.

Mengenai itu, Direktur SD Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Sri Wahyuningsih menyampaikan bahwa kekhawatiran ini dapat dimaklumi. Sebab, kasus yang semakin bertambah tentu berbahaya.

“Kekhawatiran semua pihak dapat dimaklumi, karena ini kondisi bencana yang tentunya ini harus kita antisipasi sedemikian rupa,” jelas dia dalam diskusi daring Apa Kabar PTM Terbatas?, Kamis (24/6).

Untuk itu, penyelenggaraan ini wajib dipersiapkan dengan penuh kehati-hatian. Di mana pada setiap wilayah di Indonesia mengalami kenaikan drastis, khususnya di Pulau Jawa. Pelaksanaan PTM terbatas ini tentunya tidak akan mudah untuk dilakukan jika hanya dengan menerapkan protokol kesehatan yang normal saja.

Oleh karena itu, ia juga menekankan agar PTM terbatas dapat dilakukan hanya untuk wilayah zona hijau atau minim kasus positif Covid-19. Pembukaan sekolah ini juga perlu untuk disinergikan dengan kebijakan PPKM mikro yang berlaku sampai di daerah terkecil di kelompok desa, kelurahan serta kesiapan orang tua juga perlu diperhatikan.

Selain itu, Sri mengungkapkan catatan kendala belajar dari rumah, untuk guru mengalami kesulitan mengelola pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan cenderung fokus pada penuntasan kurikulum yang belum disederhanakan. Kemudian waktu pembelajaran berkurang sehingga tidak mungkin memenuhi beban mengajar.

“Guru kesulitan komunikasi dengab orang tua sebagai mitra di rumah. Ini adalah kesulitan yang memang kami temukan ketika kami mencoba tanyakan pada guru,” jelasnya.

Sementara dari sisi orang tua adalah tidak mampu memfasilitasi anak ketika belajar dari rumah, seperti soal akademik dan fasilitas yang kurang mendukung. Belum lagi orang tua gelisah terhadap perilaku anak dan kedisiplinannya menjadi bergeser, yakni kebiasaan bangun pagi, sekarang menjadi siang.

“Anak-anak kesulitan menerima pembelajaran di masa pemberlakuan PJJ,” tandasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Saifan Zaking

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads