alexametrics

Saya Sempat Ngerem, tapi Gak Sampai

Kecelakaan Maut Avanza-Bus, 7 Meninggal
24 Juni 2019, 10:51:01 WIB

JawaPos.com – Kecelakaan maut terjadi di Jalan Raya Salatiga-Boyolali kemarin dini hari. Tepatnya di Dusun Ngentak, Desa Klero, Kecamatan Tengaran, Semarang.

Toyota Avanza bernopol B 157 NIK bertabrakan dengan bus Rosalia Indah bernopol AD 1451 DF. Benturan yang keras membuat Avanza hancur tak berbentuk. Tujuh di antara delapan penumpangnya tewas. Satu kritis.

Avanza tersebut dikemudikan M. Imam Sholahuddin, 44, warga Warung, Kalibata, Jakarta Selatan. Mobil berangkat dari Lamongan, Jawa Timur, menuju Cilacap, Jawa Tengah. Semula, perjalanan malam itu berjalan lancar. Sekitar pukul 02.30, mobil sampai di jalan menikung ke kanan dan menanjak di Desa Klero.

Saat itulah Avanza tersebut tiba-tiba seperti tak terkendali. Mobil berjalan oleng dan ngeloyor ke kanan hingga melebihi markah jalan. Celakanya, dari arah berlawanan meluncur Rosalia Indah yang dikemudikan Budi Priyanto, 49, warga Perum Suka Makmur, Sukoharjo. Sontak, dua kendaraan beda kelas itu beradu muka. Saking kerasnya benturan, Avanza terseret hingga sekitar 50 meter dari titik tabrakan.

Kedua kendaraan baru terhenti di kiri jalan dari arah Salatiga, tepatnya di depan bangunan ruko. Kerusakan bus di bagian bumper cukup lumayan. Untung, semua penumpang bus selamat. Kondisi sebaliknya menimpa para penumpang Avanza. Delapan penumpang tergencet bodi mobil yang remuk.

Avanza yang bertabrakan dengan bus di Boyolali, Minggu dini hari (23/6). (Jawa Pos Radar Semarang)

Tak lama kemudian, konvoi motor datang. Para pengendara motor itu beramai-ramai mengevakuasi korban. Sebagian di antara mereka melaporkan kejadian tersebut ke polisi. Proses evakuasi para penumpang Avanza cukup sulit. Sebab, semua korban terjepit di dalam kabin mobil.

Sopir bus Budi Priyanto yang ditemui Radar Semarang di Polsek Klero terlihat lesu. Dia tidak menyangka mengalami kecelakaan yang mengenaskan tersebut. “Saya berjalan tidak terlalu kencang karena akan menurunkan penumpang. Tiba-tiba ada Avanza oleng ke kanan. Saya sempat ngerem, tapi sudah gak sampai,” tutur Budi dengan nada lirih.

Siswanti, 25, warga yang rumahnya tepat di depan lokasi kejadian, hanya mendengar suara seperti letusan. Semula dia mengira ada ban mobil meletus. “Setelah dicek, ternyata kecelakaan bus,” terang Siswanti kepada wartawan.

Semua korban dibawa ke RSUD Salatiga. Sorenya jenazah diambil keluarga masing-masing. “Semua sudah dikafani dan dibawa keluarga dengan mobil jenazah RSUD dan PMI,” terang Humas RSUD Nugroho P.

Lima korban meninggal diketahui beralamat di Dusun Babatan, Desa Sumberhadi, Kecamatan Mantup, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Mereka adalah Masyahuda Zainuddin, 64; M. Affandi, 61; Sutarsih, 61; Muslikah, 64, dan Umi Hanik, 57. Satu korban lain adalah Diyah Sriwulandari, 24, warga Jombang. Sopir Avanza Imam Sholahuddin juga meninggal. Korban yang kondisinya kritis adalah Muhammad Nuruddinillah, 17. Pelajar warga Desa Sumberhadi itu hingga kemarin dirawat di RSUD Salatiga karena cedera di kepala.

Kanit Kecelakaan Polres Semarang Ipda Wardoyo menuturkan bahwa hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dengan meneliti tapak mobil dan rem bus di aspal, penyebab kecelakaan adalah Toyota Avanza oleng ke kanan. Sangat mungkin pengemudi mengantuk. Titik benturan berada di lajur kanan dari arah Boyolali. Bus berada di lajurnya saat kecelakaan terjadi.

“Luka paling parah dialami pengemudi dan penumpang tengah sebelah kiri Toyota Avanza. Sementara airbag minibus juga ada bekas mengembang. Korban yang masih hidup mengalami luka parah dan tidak sadarkan diri,” jelasnya.

Kapolres Semarang AKBP Adi Sumirat menjelaskan bahwa awalnya korban meninggal enam orang. Ini bertambah satu orang meninggal di rumah sakit. Menjadi tujuh orang meninggal. “Satu korban lain masih kritis, dirawat di rumah sakit,” katanya.

Menurut dia, Polres Ungaran telah melakukan olah TKP dan mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan. Pihak pengemudi bus Rosalia Indah juga telah diamankan untuk dimintai keterangan. “Ini masih dalam penyelidikan untuk mengetahui penyebab pastinya,” tegasnya.

Kapolres mengimbau masyarakat, terutama pengguna jalan, untuk lebih berhati-hati mengendarai kendaraan, termasuk kendaraan bermotor. Kehati-hatian tersebut sekaligus memastikan kondisi badan dalam keadaan sehat selama mengendarai atau mengemudi.

“Jangan memaksakan kalau lelah, usahakan istirahat yang cukup. Selain itu, harus mengecek kondisi kendaraan, ban, rem, dan lampu-lampu untuk menghindari terjadinya kecelakaan. Patuhi rambu dan aturan lalu lintas jalan,” ujarnya.

Sementara itu, Humas RSUD Salatiga Nugroho P. mengungkapkan bahwa korban kecelakaan maut sedang menjalani perawatan. Namun, yang atas nama Muslikah telah meninggal. Dia dinyatakan meninggal sekitar pukul 10.45 di IGD.

“Penyebab pastinya belum bisa kami sampaikan, tapi informasi sementara karena pendarahan akibat patah tulang. Untuk korban yang satunya lagi mengalami luka di kepala. Saat ini masih dalam pengawasan dokter di ruang ICU (intensive care unit),” katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (sas/mha/ida/c10/oni)