alexametrics

Sesuai Bukti Otentik, Panglima TNI Pastikan KRI Nanggala-402 Tenggelam

24 April 2021, 16:30:48 WIB

JawaPos.com – Kapal selam KRI Nanggala-402 telah dinyatakan hilang lebih dari 3 hari. Upaya pencarian di sejumlah titik lokasi pun terus dilakukan. Berdasarkan temuan yang ada saat ini, terindikasi unit tempur produski Jerman tahun 1979 itu tenggelam ke dasar laut.

“Unsur-unsur TNI AL menemukan tumpahan minyak dan serpihan yang jadi bukti otentik menuju fase tenggelamnya KRI Nanggala. Detailnya nanti dijelasknan KSAL terkait isyarat yang ketiga yaitu subsunk,” kata Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Lanud Ngurah Rai, Bali, Sabtu (24/4).

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono menambahkan, tim pencari menemukan tumpahan minyak di sekitar lokasi kejadian. Kemudian ada pula beberapa puing dari KRI Nanggala-402, termasuk barang-barang milik ABK. Atas dasar itu, KRI Nanggala-402 terindikasi diyakini sudah memasuki fase tenggelam.

“Saat ini kita isyaratakan dari submiss (hilang) menuju fase subsunk (tenggelam). Kita tingkatkan menuju subsunk. Kita akan siapkan evakuasi medis terhadap ABK yang kemungkinan selamat,” kata Yudo.

Sebelumnya, kapal selam KRI Nanggala-402 hilang kontak di perairan dekat Bali pada Rabu (21/4) sekitar pukul 03.00 WIB. KRI Nanggala-402 diketahui satu dari lima kapal selam yang dimiliki angkatan bersenjata Indonesia.

Baca Juga: Reformasi ASN, Naik Pangkat Tiap Dua Tahun dan Usia Pensiun Ditambah

Baca Juga: Sudah Disetujui 30 Negara, Sinovac Produksi 2 Miliar Vaksin Covid-19

TNI AL memastikan jika KRI Nanggala-402 dalam keadaan layak menyelam. Kapal membawa 53 orang. Terdiri dari 49 ABK, 1 Komandan Satuan, dan 3 personel Arsenal.

KRI Nanggala-402 ini awalnya hendak mengikuti latihan penembakan di laut Bali, pada Kamis (22/4) besok. Insiden hilang kontak ini diduga terjadi saat KRI Nanggala sedang melakukan gladi resik.

Sebagai informasi, KRI Nanggala-402 merupakan salah satu kapal selam dari lima kapal selam yang dimiliki Indonesia. Kapal ini diproduksi perushaan Jerman pada 1979. Dan dibeli oleh Indonesia pada 1981.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:


Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads