alexametrics

Atasi Covid-19, Kemenkeu Minta Bea Cukai Permudah Impor Alat Kesehatan

24 Maret 2020, 12:37:46 WIB

JawaPos.com – Pemerintah memastikan ratusan ribu alat kesehatan yang didatangkan dari Tiongkok kemarin bukan yang terakhir. Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto menyatakan telah berkomunikasi dengan Menhan Tiongkok untuk bekerja sama melawan virus korona.

”Akan terus lebih banyak lagi kegiatan seperti ini. Mungkin pesawat yang kami kirim lebih besar,” kata Prabowo.

Kemarin Prabowo menyambut pesawat Hercules yang mengangkut alkes dari Tiongkok di Base Ops Pangkalan Udara TNI-AU Halim Perdanakusuma.

Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos, alkes seberat 12 ton yang diangkut Hercules terdiri atas enam item. Yakni, protective clothing, N95 masks, disposable gloves, disposable masks, goggles, dan rapid test kit. Jumlahnya mencapai 305 ribu set. Yang paling banyak adalah disposable masks dan rapid test kit.

Menurut Prabowo, langkah pemerintah mendatangkan ratusan ribu alkes dari Tiongkok adalah salah satu bentuk keseriusan. ”Kami sangat serius memandang ancaman yang kita hadapi. Ini adalah ancaman untuk kita semua,” terang mantan Danjen Kopassus tersebut.

Juru Bicara Menhan Dahnil Anzar Simanjuntak menambahkan, alkes yang dibawa dari Shanghai disebar ke beberapa rumah sakit di Jakarta. Termasuk RSPAD Gatot Soebroto. ”Ini adalah APD (alat pelindung diri) tahap pertama. Beliau (Prabowo, Red) sudah berkomunikasi langsung dengan Menhan RRT untuk dapat membantu kebutuhan APD dalam jumlah yang lebih besar,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya sudah meminta perusahaan dalam negeri untuk meningkatkan produksi APD. Upaya lain untuk mencukupi kebutuhan APD adalah mempermudah impor. Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) telah diinstruksi untuk memudahkan proses masuk alat-alat tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mohammad Mahfud MD mengatakan, personel bea dan cukai sudah berada di berbagai jalur masuk darat, laut, maupun udara untuk memastikan impor APD berlangsung mulus. ”Agar tidak mempersulit masuknya barang-barang (alkes) dari luar,” terang dia.

Pemeriksaan impor alkes yang biasa dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sudah diminta dilakukan singkat. ”Sudah ada jalur-jalur online yang bisa dipaket di situ untuk minta izin masuk,” kata Mahfud.

Jubir Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto mengungkapkan, kekurangan APD terus berupaya dipenuhi. ”Selain APD, telah disiapkan 125 ribu kit alat tes masal (rapid test) sebagai bagian dari proses screening,” jelas Yuri.

Rapid test telah dilaksanakan dua hari terakhir. Pemeriksaan mendeteksi sejumlah kasus positif korona. Namun, lebih banyak yang negatif.

RS Wisma Atlet

Presiden Joko Widodo meninjau kesiapan Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, yang dijadikan rumah sakit (RS) darurat penanggulangan wabah virus korona atau Covid-19, pada Senin, 23 Maret 2020. (BPMI Setpres/Muchlis Jr)

Sebanyak 566 prajurit TNI akan bertugas di RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Mereka dibagi dalam tiga satuan tugas (satgas). ”Satgas pertama adalah pendamping yang terdiri atas tenaga medis yang menangani langsung di ring,” kata Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksamana Madya TNI Yudo Margono.

Satgas kedua merupakan unit pendukung lain yang terdiri atas para pendukung tim utama untuk kebutuhan dapur dan makanan dari kodam dan dari Kogabwilhan I. Satgas ketiga adalah anggota pengaman yang terdiri atas Marinir, Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dan Pasukan Khas (Paskhas). ”Sehingga nanti ketika satgas tersebut secara terpadu dapat melaksanakan operasional penanganan Covid-19 ini yang dipimpin Pangdam Jaya,” kata dia.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Ilham Safutra

Reporter : syn/tau/c10/fal

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads