alexametrics

APD Langka, RSUD Moewardi Produksi Baju Hazmat

24 Maret 2020, 16:37:35 WIB

JawaPos.com – Langkanya alat pelindung diri (APD) dirasakan para tenaga medis yang merawat pasien Covid-19. Tak menyerah pada kondisi, RSUD Moewardi membuat pakaian dekontaminasi atau yang juga dikenal sebagai baju hazmat secara mandiri. Bahan yang digunakan standar pabrikan polypropylene spunbond.

“APD ini sulit dicari. Bahkan, di beberapa daerah, ada yang teriak-teriak kekurangan sampai pakai mantel. Kami akhirnya membuat dengan hasil sama yang dijual pabrikan. Harganya jauh lebih murah,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng kemarin (23/3).

Kabid Pelayanan RSUD Moewardi Bambang S.W. mengatakan, ide pembuatan baju hazmat berawal dari kesulitan pencarian di pabrikan. Pihaknya lantas mencari bahan yang digunakan untuk membuat APD itu.

Dalam sehari, pihaknya mampu memproduksi 200–250 baju hazmat. Hasilnya digunakan untuk keperluan pribadi rumah sakit. “Jika RS lain membutuhkan, kami siap membantu. Kalau ada yang mau belajar membuatnya, kami juga siap mengajari,” tegasnya.

Bambang menambahkan, pembuatan satu APD menghabiskan biaya kurang dari Rp 50 ribu. Sementara itu, kalau beli APD di pabrikan, harganya Rp 150 ribu. “Selain mahal, sulit mencarinya,” ujarnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : sga/c18/ayi

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads