alexametrics

Kasus Suap Hakim Itong: Bukan Pemegang Saham, Dirut Ingin Bubarkan PT

24 Januari 2022, 09:48:06 WIB

JawaPos.com – Achmad Prihantoyo bukanlah pemegang saham di PT Soyu Giri Primedika (SGP). Dia hanya menjabat direktur utama (Dirut). Dia tidak pernah merespons permintaan pemegang saham untuk menyelenggarakan RUPS. Di sisi lain, dia ingin membubarkan PT dengan mengajukan permohonan ke Pengadilan Negeri (PN) Surabaya. Salah satu caranya, menyuap hakim Itong Isnaeni Hidayat.

Operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggagalkan pembubaran PT tersebut. PT SGP didirikan pada 2014 sebagai perusahaan untuk pendirian rumah sakit. Namun, belum sempat mendirikan rumah sakit, komisaris dan direksi bersengketa. Kedua pihak sama-sama mengajukan permohonan di PN Surabaya.

Dokter Muhammad Sofyanto dan dokter Yudi Her Oktaviono melalui pengacaranya, M. Anshoroel Choerri, lebih dulu mengajukan permohonan diadakannya rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) perusahaan ini. Permohonan itu ditempuh karena permintaan kedua kliennya terhadap Prihantoyo dan Mahmud Ali Zain (komisaris utama) selaku termohon tidak pernah direspons.

Hingga akhirnya, mereka mengajukan permohonan penyelenggaraan RUPSLB melalui mekanisme pengadilan. Dua dokter tersebut hendak mencopot Prihantoyo sebagai Dirut. ”Di tengah permohonan RUPSLB ini, ternyata Pak Pri (Prihantoyo) sebagai Dirut mengajukan permohonan minta PT dibubarkan,” ungkapnya.

Anshoroel menyampaikan, melalui permohonan pembubaran perusahaan itu, Prihantoyo punya tujuan agar aset dan uang perusahaan tersebut dibagi-bagi setelah bubar. Padahal, Prihantoyo sudah tidak memiliki saham di perusahaan tersebut. ”Mereka maunya likuidasi,” ujarnya.

Prihantoyo mengajukan permohonan pembubaran PT SGP bersama Abdul Majid (direktur) di PN Surabaya. Sofyanto dan Yudi dijadikan termohon. Perkara itulah yang membuat hakim Itong Isnaeni Hidayat ditangkap KPK. Itong yang menjadi hakim tunggal perkara tersebut diduga menerima suap Rp 1,3 miliar dari RM Hendro Kasiono, pengacara Prihantoyo, agar permohonannya dikabulkan.

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : gas/c14/eko

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads