alexametrics

Karir Politik Ahok Seperti ‘Kutu Loncat’, Begini Perjalanannya

24 Januari 2019, 06:05:19 WIB

JawaPos.com – Nama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok selalu menjadi perbincangan di masyarakat. Pria kelahiran Manggar, Belitung Timur pada 29 Juni 1966 itu dikenal sebagai sosok yang keras.

Berita terhangat, usai menjalani masa tahannnya di Mako Brimob, Depok sejak Mei 2017 lalu, Ahok bebas pada hari ini (24/1). Namun belum diketahui secara pasti waktu Ahok akan keluar dari rutan.

Lalu bagaimana perjalanan karir Ahok di dunia politik? Tim JawaPos.com mencoba merangkum awal karir Ahok hingga saat ini.

Karir Politik Ahok Seperti ‘Kutu Loncat’, Begini Perjalanannya
Ahok memulai karir politiknya melalui Partai Perhimpunan Indonesia Baru (Dok. JawaPos.com)

Ayah tiga anak ini memulai perjalanan karir politiknya lantaran kesal dengan birokrasi yang berbelit. Dia merasakan itu saat menjadi pengusaha di Belitung Timur.

Mengutip dari ahok.org, saat itu Ahok sempat terpikir untuk hijrah dari Indonesia ke luar negeri. Tetapi keinginan itu ditolak oleh sang ayah yang mengatakan bahwa satu hari rakyat akan memilih Ahok untuk memperjuangkan nasib mereka.

Ahok kemudian memutuskan untuk masuk politik pada 2003. Pertama-tama dia bergabung di bawah bendera Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB). Pada pemilu 2004 dia mencalonkan diri sebagai anggota legislatif. Ahok pun terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009.

Setelah 7 bulan menjadi DPRD, muncul banyak dukungan dari rakyat yang mendorong Ahok menjadi bupati. Maju sebagai calon Bupati Belitung Timur di tahun 2005, Ahok mempertahankan cara kampanyenya.

Dia berkampanye dengan mengajar dan melayani langsung rakyat dengan memberikan nomor telepon genggamnya yang juga adalah nomor yang dipakai untuk berkomunikasi dengan keluarganya. Dengan cara ini dia mampu mengerti dan merasakan langsung situasi dan kebutuhan rakyat.

Dengan mengusung kampanye tanpa politik uang, secara mengejutkan dia berhasil mengantongi suara 37,13 persen dan menjadi Bupati Belitung Timur periode 2005-2010. Padahal Belitung Timur dikenal sebagai daerah basis Masyumi, yang juga adalah kampung dari Yusril Ihza Mahendra.

Begitu menjabat sebagai bupati, Ahok pun menjalankan program-program yang pro rakyat. Mulai dari pelayanan kesehatan gratis, sekolah gratis sampai tingkat SMA, pengaspalan jalan sampai ke pelosok-pelosok daerah, dan perbaikan pelayanan publik lainya.

“Prinsipnya sederhana, jika kepalanya lurus, bawahan tidak berani tidak lurus,” begitu prinsip Ahok selama memimpin Belitung Timur.

Kesuksesan Ahok, terdengar ke seluruh Bangka Belitung dan mulailah muncul suara-suara untuk mendorong Ahok maju sebagai Gubernur Bangka Belitung pada 2007. Namun saat itu, Ahok gagal menjadi Gubernur Bangka Belitung.

Tak sampai di situ, pada pemilu legislatif 2009 dia maju sebagai caleg dari Partai Golkar. Kali ini Ahok berhasil menduduki kursi legislatif. Selama di DPR, dia duduk di komisi II. Dia dikenal oleh kawan dan lawan sebagai figur yang apa adanya, vokal, dan mudah diakses oleh masyarakat banyak.

Belum genap lima tahun menjabat di kursi dewan, Ahok dipilih Joko Widodo sebagai calon wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung PDI-P dan Gerindra. Akhirnya pasangan Jokowi-Ahok ditetapkan sebagai pemenang dan dilantik sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017 pada 15 Oktober 2012.

Sebagian kalangan menilai Ahok merupakan politisi ‘kutu loncat’. Lantaran dia tak pernah menyelesaikan masa jabatannya. Bahkan saat dirinya hanya menjabat sekitar 2 tahun sebagai wakil gubernur DKI Jakarta.

Hal itu lantaran, pada 2014 Jokowi maju sebagai Calon Presiden (Capres) bersama Jusuf Kalla. Keduanya akhirnya terpilih meniadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2014-2019. Usai ditinggal Jokowi, Ahok pun dilantik menjadi gubernur DKI Jakarta pada 19 November 2014.

Ahok pun memilih Djarot Saiful Hidayat untuk mendampinginya memimpin ibu kota. Kemudian Ahok kembali mengajak Djarot untuk maju dalam kontestasi Pilkada DKI 2017-2022.

Sayangnya Ahok tersandung kasus saat melakukan kunjungan ke Kepulauan Seribu. Dia dinilai melakukan penistaan agama karena menyampaikan pidato yang menyinggung soal Surat Al-Maidah.

Pada Mei 2017, Ahok dipenjara lantaran kasus tersebut. Dia divonis 2 tahun kurungan penjara. Dan para hari ini, Kamis (24/1) Ahok bisa menghirup udara bebas.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Karir Politik Ahok Seperti 'Kutu Loncat', Begini Perjalanannya