alexametrics

Akibat Surat Al Maidah hingga Ahok Menghirup Udara Bebas

24 Januari 2019, 09:53:12 WIB

JawaPos.com – Usai menjalani masa tahanan selama 1 tahun 8 bulan 15 hari, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) menghirup udara bebas pada hari ini, Kamis (24/1). Ahok sapaannya ditahan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok.

Kasus penistaan agama yang menjerat Ahok itu sangat menyita perhatian publik. Bagaimana tidak, lantaran kasusnya sampai ada aksi demo hingga berjilid-jilid. Berikut rangkuman kasus yang menjerat Ahok:

1. Kasus Penistaan Agama

Kasus bermula saat Ahok melakukan kunjungan kerja ke Pulau Kelapa, Kepulauan Seribu, pada 27 September 2016. Saat itu Ahok datang untuk meninjau program pemberdayaan budi daya kerapu.

Pada kesempatan itu, Ahok berpidato di depan warganya. Kala itu, AHok bersama dengan wakilnya Djarot Saiful Hidayat tengah maju dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta periode 2017-2022. Dalam pidatonya terselip mengenai Surat AL Maidah ayat 51.

“Jangan percaya sama orang, kan bisa saja dalam hati kecil bapak-ibu nggak bisa pilih saya (sebagai Gubernur DKI 2017-2022), dibohongin pakai surat Al Maidah ayat 51, macam-macam,” katanya saat itu.

Seperti kebiasaan Ahok, selalu mengunggah berbagai kegiatan melalui YouTube Pemprov DKI Jakarta, pidatonya di Kepulauan Seribu juga turut diunggah. Namun kemudian Pidato Ahok itu viral setelah diunggal oleh Buni Yani dalam akun Facebook pribadinya pada 6 Oktober 2016.

Mengetahui videonya viral, AHok akhirnya meminta maaf kepada umat Islam terkait ucapannya soal surat Al Maidah ayat 51, pada 10 Oktober 2016.

2. Aksi Demo Hingga Berjilid-jilid

Aksi demo pertama digelar pada 14 Oktober 2016 di depan Balai Kota DKI Jakarta. Sejumlah ormas Islam menuntut agar Ahok segera dihukum atas tindakannya itu.

Ahok pun akhirnya mendatangi Bareskrim Mabes Polri untuk memberikan klarifikasi terkait ucapannya. Sebelumnya sejumlah laporan terkait dengan adanya penistaan agama oleh Ahok diterima pihak kepolisian. 

Namun unjuk rasa kembali digelar, pada 4 November (411), kali ini melibatkan lebih banyak massa. Bahkan sejumlah tokoh agama dan elite politik juga ikut turun ke jalan. 

Aksi unjuk rasa tidak hanya fokus di Balai Kota DKI Jakarta saja tetapi juga menuju Istana Negara. Peserta aksi meminta bertemu dengan Presiden Joko Widodo. Aksi berakhir bentrokan lantaran massa belum membubarkan diri meski sudah melewati batas waktu. Namun bentrokan segera bisa diatasi.

Aksi lebih besar kembali digelar pada 2 Desember 2016 (212). Kali ini masa lebih banyak dari dua aksi sebelumnya. Bahkan sampai memenuhi kawasan Monas dan sekitarnya hingga Jalan MH Thamrin.

3. Ditetapkan Sebagai Tersangka hingga Divonis 2 Tahun Penjara

Polisi menetapkan Ahok sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan agama pada 16 November. Ahok pun menerima putusan tersebut dan mengikuti semua proses. Ahok menjalani persidangan hingga 21 kali yang bertempat di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Ahok pun dinyatakan bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara. Karena bersalah Ahok akan menjalani hukuman selama 2 tahun di Lembaga Permasyarakatan (LP).

“Ahok terbukti secara sah dan meyakinkan penodaan agama. Menjatuhkan penjara selama dua tahun. Memerintahkan terdakwa untuk ditahan,” ujar Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi membacakan vonis putusan terhadap Ahok, pada Kamis 9 Mei 2017.

Ahok berserta kuasa hukumnya tidak melakukan banding dan menerima putusan majelis hakim. Tanpa berbasa-basi, petugas langsung membawa Ahok ke Rumah Tahanan Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Hal ini lantaran karena faktor keamanan dari Ahok.

4. Karangan Bunga Penuhi Balai Kota DKI Jakarta

Ribuan karangan bunga berdatangan ke Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat untuk memberikan dukungan kepada Ahok. Bahkan lantaran tak cukup, sebagian karangan bunga dipindahkan ke kawasan Monas. 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat saat itu, sempat berpesan agar kiriman karangan bunga dihentikan. Namun karangan bunga tetap berdatangan. Justru sejak hari Jumat minggu lalu (21/4), jumlah ungkapan warga pada mereka semakin banyak hingga mencapai 4.000 karangan bunga.

5. Ahok Ajukan Peninjauan Kembali 

Ahok mengajukan upaya hukum peninjauan kembali ke Mahkamah Agung (MA) terkait vonis kasus penistaan agama yang menjeratnya.

“Benar Pengadilan Negeri Jakarta Utara mengajukan peninjauan kembali terhadap vonis Ahok pada Jumat (2/2) lalu,” kata Kepala Biro Hukum dan Humas MA, Abdullah dalam keterangan tertulis, Senin (19/2).

Adapun Putusan Pengadilan Negeri yang dimohonkan Peninjauan kembali adalah Putusan Pengadian Negeri Jakarta Utara Nomor: 1537/Pid.BlZO16/PN.Jkt.Utr., yang telah berkekuatan hukum tetap dan telah menjalani pidananya.

Namun pengajuan PK Ahok ditoleh oleh Mahkamah Konstitusi (MA).

6. Ahok Menghirup Udara Bebas

Ahok bebas dari Rutan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Kamis (24/1). Adapun dia teregister sebagai tahanan Lapas Kelas I Cipinang dengan nomor 83/DU/2017.

Selama menjalani masa pemidanaan, Ahok diketahui mendapat remisi atau pengurangan masa hukuman sebanyak 3 bulan 15 hari. Dengan rincian, dia mendapat remisi khusus Natal pada 2017 selama 15 hari.

Lalu, remisi umum 17 Agustus 2018 sebanyak 2 bulan dan remisi khusus Natal 2018 sejumlah 1 bulam. Dengan pengurangan remisi tersebut total Ahok menjalani masa pemidanaan selama 1 tahun 8 bulan 15 hari.

Selama itu pula, Ahok katanya tidak pernah menggunakan haknya sebagai narapidana. Baik itu cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersayarat, juga cuti menjelang bebas.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Reyn Gloria

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Akibat Surat Al Maidah hingga Ahok Menghirup Udara Bebas