Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 4 Desember 2023 | 19.05 WIB

Muktamar Pemikiran NU Sahkan 11 Poin Keputusan, Tinjauan Mendalam Terhadap Agenda Utama Islami

Muktamar Pemikiran NU ke-2 (santri.web.id) - Image

Muktamar Pemikiran NU ke-2 (santri.web.id)

JawaPos.com - Muktamar Pemikiran Nahdlatul Ulama (NU) 2023, berlangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (1/12) hingga Minggu (3/12).

Dilaporkan oleh JawaPos.com dikutip dari Antara, Dalam forum tersebut, 11 poin keputusan dihasilkan melalui tukar gagasan lintas generasi, akademisi, aktivis, dan organisasi masyarakat.

Steering Committee Muktamar Pemikiran NU, Rumadi Ahmad, menyatakan harapannya agar hasil tersebut menjadi panduan atau setidaknya arah bagi NU. Poin pertama menegaskan untuk menjauhi pretensi politik atau menjauhi dukung-mendukung dalam politik elektoral.

Poin kedua menandai karakter "Muktamar Pemikiran," menyoroti instan, emosional, dan dangkalnya ruang publik saat ini. Poin ketiga menekankan perlunya ruang percakapan mendalam di tengah pendangkalan komunikasi dan pemiskinan ide.

Poin keempat mengajak kembali tema masyarakat ke percakapan publik, menghadapi tantangan dan ancaman terhadap lembaga masyarakat. Poin kelima merinci bahwa bentuk masyarakat harus menjadi tema terbuka yang diperbincangkan oleh semua pihak, bukan tertutup yang eksklusif.

Poin keenam menekankan nilai-nilai fundamental bagi bentuk masyarakat di masa depan, termasuk kejujuran, amanah, keadilan, kerja sama, dan konsistensi. Poin ketujuh menegaskan bahwa dalam rumusan masyarakat di masa depan, manusia harus mendapatkan kedudukan utama dan menjadi pusat perhatian.

"Masyarakat yang dibayangkan adalah masyarakat manusia, dengan manusia sebagai fokus utama," ujar Rumadi Ahmad.

Poin kedelapan mengingatkan bahwa meskipun manusia mendominasi gambaran masyarakat masa depan, aspek ekologis tidak boleh diabaikan. Keseimbangan dengan lingkungan perlu diperhatikan.

Poin kesembilan menyoroti perkembangan cepat dalam kecerdasan buatan, dengan pesan bahwa tidak perlu mencurigai atau takut. Percaya kepada eksistensi manusia, karena unsur ilahiah dalam dirinya, dapat mengarahkan perkembangan kecerdasan buatan.

Poin kesepuluh merinci bahwa masyarakat di masa depan harus didasarkan pada visi keterbukaan, keadilan, penghormatan pada keragaman, akhlak mulia, keluarga, pengasuhan anak, pendidikan anak, dan kesetaraan.

Poin kesebelas menegaskan bahwa Muktamar Pemikiran tidak menolak modernitas, modernisasi, dan perkembangan sosial, tetapi juga turut merumuskan sikap terhadap perkembangan tersebut.

Dalam pertemuan itu Rumadi Ahmad juga menegaskan bahwa, "Muktamar tidak menolak modernitas, melainkan memberikan pandangan terhadap perkembangan tersebut," tambahnya.

Secara ringkas Muktamar Pemikiran NU tersebut menekankan penghindaran dukung-mendukung politik elektoral dan karakter mendalamnya.

Fokus pada ruang percakapan, tantangan masyarakat, dan nilai-nilai fundamental masyarakat di masa depan. Serta mengakui kedudukan sentral manusia, pentingnya keseimbangan ekologis, dan sikap terbuka terhadap modernitas.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore