JawaPos.com - Baru-baru ini Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres) Cak Imin hadir dalam podcast Close the Door Deddy Corbuzier pada Jumat (3/11). Dalam Podcast tersebut, Cak Imin menyampaikan dirinya cukup mengetahui soal Korean Pop (K-Pop).
Selain itu, ia juga sering menonton video-videonya seperti Blackpink dan BTS. Cak Imin mengaku bahwa dirinya saat jalan-jalan sehat di daerah Senayan, Jakarta melihat keramaian anak-anak muda membawa koper seperti habis menginap atau mau pergi.
Ketum PKB itu pun mengira mereka sedang mengantri cari pekerjaan dan ternyata mereka sedang antri mengambil tiket untuk K-Pop.
"Saya tuh pernah suatu hari jalan-jalan sehat di daerah Senayan, penuh anak-anak mudah bawa koper kaya habis nginep atau mau pergi, saya kira antre cari pekerjaan, nggak tahunya antri mengambil tiket untuk K-pop," ujar Cak Imin saat ditanya Deddy Corbuzier soal K-pop, Jumat (3/11).
Baca Juga: KPU DKI Tetapkan 1.818 DCT Caleg, 554 Peserta Diversifikasi Ulang"Luar biasa! puluhan ribu ngantri subuh-subuh," tambahnya.
Deddy Corbuzier pun segera merespon dan memberi tanggapan pernyataan Cak Imin tersebut."Bapak kampanye kalah pak, BTS satu Anda kalah," ujar Deddy.
Deddy lalu berpendapat jika Cak Imin ingin menang harus mengundang K-Pop. Ia pun menyampaikan kepada Bacawapres pasangan dari Anies Baswedan itu jika K-Pop saat ini memiliki tentara yang bernama ARMY.
Kemudian menurut Cak Imin bahwa K-Pop merupakan kecanggihan musisi atau produsennya dari Korean Pop yang musik popnya enak didengar dan penampilannya yang menyenangkan.
Hadirnya K-Pop kata Cak Imin sangat pas di tengah suasana Indonesia yang membutuhkan sebuah hiburan saat covid-19 pada waktu itu yang tidak ada pertunjukan. "Puncak sekali gitu, (K-pop) naik," tuturnya.
Ia juga mengaku sedikit curiga dengan K-pop bahwa strateginya canggih untuk propaganda. "Saya sendiri agak curiga, ini memang strateginya yang canggih, propaganda, luasa biasa," Kata pria yang bernama lengkap Muhaimin Iskandar.
Baca Juga: Bakal Digelar 7 Hari Lagi, Yuk Simak Harga dan Cara Beli Tiket Piala Dunia U-17 di IndonesiaPendapatnya, bahwa Indonesia sendiri cukup banyak produk-produk seni musik yang luar. Namun, cuma satu hal yang belum dipunyai oleh bangsa ini yaitu strategi kebudayaan. "Saya kira banyak yah produk-produk seni musik kita yang luar biasa, cuman satu hal yang belum kita itu yaitu strategi kebudayaan, kita belum punya," titahnya.
"Satu, kita tidak mau habis-habisan promosi. Yang kedua kita tidak memberi insentif yang memadai buat para budayawan, seniman, produser, maupun pelaku seni yang saya kurang perhatian," sambungnya.
Ia kemudian menyampaikan jika Jokowi sudah mencoba di periode pertama dengan badan parekraf, namun lalu digabung lagi menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). "Sebetulnya Pak Jokowi sudah mencoba di periode pertama, badan Parekraf, lalu kemudian digabung lagi ke Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," jelasnya
Menurutnya bahwa persoalan tersebut bukan ada disitu tetapi pada soal pemilihan orang yang tepat, anggaran yang memadai, dan perhatian. "Bukan soal disitu sebetulnya yah, soal milih orang yang tepat, soal anggaran yang memadai, dan perhatian," timpalnya.