
Ketua PPATK Ivan Yustiavandana.
JawaPos.com – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) membentuk satgas pemilu. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi transaksi keuangan selama pesta demokrasi lima tahunan tersebut.
Humas PPATK Moh. Natsir Kongah mengatakan, satgas pemilu di PPATK akan melengkapi satgas pemilu lainnya yang melibatkan berbagai instansi seperti Polri, KPU, dan Bawaslu. ’’Intinya, bersiap mengamankan keadaan agar tetap terkendali,’’ kata Natsir kemarin (22/10).
Menurut Natsir, setidaknya ada enam tipologi potensi kejahatan dalam pemilu. Yakni, politik uang (money politics), manipulasi data pemilih, intimidasi atau ancaman terhadap pemilih, penggunaan fasilitas negara, penyebaran hoaks, hingga perusakan atau pembakaran logistik.
Dia menyebut, KPU telah berkoordinasi dengan PPATK. Khususnya untuk mencegah adanya aliran dana ilegal yang dapat mengganggu proses demokrasi.
’’Dan, Bawaslu juga bekerja sama dengan PPATK untuk melacak dugaan pendanaan janggal menjelang pemilu ini,’’ paparnya. PPATK telah melakukan analisis tentang potensi dana ilegal tersebut. Hasilnya sudah disampaikan ke Bawaslu dan KPU.
Sebelumnya, PPATK melakukan eksplorasi dana kampanye yang bercampur dengan hasil tindak pidana di setiap provinsi. Temuan per Agustus 2023, ada 11 provinsi dengan rata-rata risiko tertinggi dana kampanye sebagai sarana pencucian uang yang bercampur dana ilegal.
Sebelas provinsi tersebut adalah Jawa Timur, DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Papua, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bali, Bengkulu, dan Jateng.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan, politik uang tersebut hampir terjadi di setiap tingkatan kontestasi politik. ’’Di mana risiko pencucian uang selalu ada,’’ jelasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
