alexametrics

Menhan Prabowo Fokus Pengembangan Industri Dalam Negeri

23 November 2019, 11:15:54 WIB

JawaPos.com – Prioritas penggunaan anggaran pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) bakal diubah. Kementerian Pertahanan diminta tidak menggunakan anggaran hanya untuk membeli alat tempur, tetapi juga fokus pada peningkatan kemandirian nasional dalam memproduksi alutsista sendiri.

Kebijakan tersebut disampaikan Presiden Joko Widodo saat memimpin rapat terbatas terkait pengadaan alutsista di kantor presiden, Jakarta, kemarin (22/11). Orientasi anggaran alutsista, kata presiden, seharusnya tidak hanya pada penyerapan dengan membelanjakannya. ”Apalagi orientasinya sekadar proyek. Sudah, stop yang seperti itu. Tapi, orientasinya betul-betul strategic partnership, untuk peningkatan kemandirian dan daya saing bangsa,” ujarnya.

Menurut Jokowi, membeli tanpa memperkuat industri pertahanan dalam negeri akan membuat Indonesia mengalami ketergantungan. Padahal, dengan posisi geografis yang strategis, Indonesia membutuhkan penguatan pertahanan dengan alutsista modern yang bersandar pada kemampuan industri dalam negeri.

Dalam pengadaan alutsista, Kemenhan harus memastikan alih teknologi melalui kerja sama dengan negara-negara lain. Selain itu, road map pengembangan industri alat pertahanan di dalam negeri harus jelas dengan melibatkan BUMN hingga swasta.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan, pihaknya akan me-review semua rencana pengadaan. Selain mengantisipasi kebocoran, kesesuaian teknologi akan diperhatikan. ”Benar-benar lihat yang dibutuhkan pasukan kita di depan. TNI-AL, AD, dan AU apa yang benar-benar mereka butuh,” ujarnya.

Dia menjanjikan kajian secepatnya selesai. Adapun untuk penguatan industri pertahanan, Prabowo berjanji untuk berusaha maksimal dalam melakukan pengembangan. (far/syn/c10/fal)

Editor : Ilham Safutra


Close Ads