alexametrics

Kapolri Diganti, IPW: Gerbong Mutasi Polri akan Bergerak

23 Oktober 2019, 09:05:18 WIB

JawaPos.com – Jenderal Pol Tito Karnavian dipastikan akan menjabat posisi baru di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi). Surat pengunduran dirinya sebagai Kapolri juga telah diproses oleh DPR RI. Dari Mabes Polri sendiri, juga telah memproses Komjen Pol Ari Dono Sukmanto untuk menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Kapolri.

Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane sepakat apabila Ari Dono menjadi Plt Kapolri. Dengan begitu, akan secara otomatis terjadi efek karambol perpindahan jabatan dalam struktur polri.

“Jika semuanya berjalan lancar gerbong mutasi di Polri pun akan bergerak. Kabareskrim Komjen Idam Azis diperkirakan akan menduduki posisi Wakapolri menggantikan Ari Dono,” kata Neta di Jakarta, Rabu (23/10).

Sementara itu, posisi Kabareskrim yang ditinggalkan Idam Azis diperkirakan akan diisi Irjen Gatot Edi yang kini menjadi Kapolda Metro Jaya. Sedangkan posisi yang ditinggal diperkirakan akan diperebutkan oleh dua calon kuat, yakni Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Sufahriadi, dan Kapolda Lampung Irjen Pol Purwadi Ariyanto.

Lebih lanjut, Neta memperkirakan posisi Plt Kapolri akan dijabat Ari Dono hingga masa pensiunnya, yakni pada Desember 2019. “Kemudian posisi Kapolri nantinya akan dipegang Gatot Edi. IPW memperkirakan penetapan Plt Kapolri akan berjalan lancar tanpa hambatan apapun,” pungkasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengirimkan surat kepada DPR untuk meminta persetujuan pemberhentian Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua DPR Puan Maharani dalam rapat paripurna ke-3 DPR RI yang digelar sore ini, Selasa (22/10).

Dalam rapat paripurna yang digelar di ruang rapat paripurna II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (22/10) itu. Puan awalnya menyampaikan bahwa pimpinan DPR menerima empat surat dari Jokowi.

Surat pertama, Nomor R 48 Tanggal 9 Oktober 2019, perihal permohonan pertimbangan atas pencalonan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh negara sahabat untuk Republik Indonesia. Kemudian kedua, surat dengan Nomor R 49 Tanggal 16 Oktober 2019, perihal permohonan pertimbangan pemberian kewarganegaraan Republik Indonesia.

Setelah itu, Puan membacakan surat ketiga dari Presiden yang isinya meminta persetujuan pemberhentian Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Tito diketahui telah dipanggil ke Istana untuk mengisi posisi menteri di kabinet Jokowi pada Senin (21/10).

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads