alexametrics

Kali Kedua Jabat Menkumham, Yasonna Laoly Diminta Kawal Omnibus Law

23 Oktober 2019, 10:57:53 WIB

JawaPos.com – Presiden Joko Widodo kembali menunjuk kembali menunjuk Yasonna Laoly sebagai Menteri Hukum dan HAM dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Penunjukan Yasonna sebagai Menkumham diumumkan Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10).

“Bapak Yasonna Hamonangan Laoly Menteri Hukum dan HAM. Ini saya harapkan nanti mengawal omnibus law untuk undang-undang cipta lapangan kerja dan juga undang-undang pemberdayaan UMKM,” kata Presiden Jokowi di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10).

Guru Besar Ilmu Kriminologi Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) itu kembali melepaskan posisinya sebagai wakil rakyat seperti pada 2014. Karena dia harus mundur sebagai anggota DPR untuk periode 2019-2024.

Sebelum menginjakkan kaki ke perpolitikan nasional, ia pernah menjadi anggota DPRD Sumatera Utara pada periode 1999-2004. Tidak hanya sebagai politikus, ia juga pernah berprofesi sebagai pengacara dan penasihat hukum. Bahkan pernah menjabat sebagai Dekan Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen dan peneliti di North Carolina State University (NCSU).

Pria kelahiran Sorkam, Tapanuli Tengah, 27 Mei 1953 ini pun merupakan Menkumham pada pemerintah Jokowi periode pertama. Yasona juga pernah ditunjuk sebagai Ketua DPP PDI-P Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, dan Perundang-undangan oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarno Putri, pada kongres V PDIP.

Pada periode pertama pemerintahan Jokowi, kepemimpinan Yasonna sempat membuat publik tercengang karena munculnya Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP). Selain itu, disahkannya UU KPK hasil revisi yang hingga kini masih menjadi kontroversi.

Permintaan Presiden Jokowi kepada Yasonna, terkait omnibus law pemerintah ingin membangun suatu sistem yang dapat menata ulang perundang-undangan di Indonesia. Selain itu, Undang-undang yang selama ini dinilai menghambat penciptaan lapangan kerja akan langsung direvisi. Begitu juga undang-undang yang menghambat pengembangan UMKM.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Muhammad Ridwan

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads