JawaPos Radar

Pelamar CPNS Gagal Lolos Mengeluh di Medsos, BKN: Bisa Saja Berbohong

23/10/2018, 02:05 WIB | Editor: Kuswandi
CPNS
Ilustrasi: CPNS (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Para pelamar calon pegawai negeri sipil (CPNS) 2018 sudah mendapatkan hasil verifikasi yang diumumkan melalui web sistem seleksi CPNS nasional (SSCN). Sebanyak 2,6 juta pelamar dinyatakan lolos seleksi administrasi, sedangkan 569 ribu belum memenuhi syarat.

Namun, banyak polemik di saat pengumuman itu berlangsung. Sebagian pelamar yang gagal lolos mengeluhkan alasan verifikator ketika menyatakan dokumennya tidak memenuhi syarat.

Bahkan, mereka menuangkan kekesalannya di media sosial Twitter kepada akun resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN). Rasa tidak puas tersebut diungkapkan dengan kalimat kekecewaan.

Salah satu pelamar yang gagal lolos, Billy Novel, 23, mengatakan bahwa dirinya sudah dengan saksama dalam mengisi form pendaftaran. Seluruh persyaratan pun telah dipenuhi dengan susah payah.

“Kemarin aku daftar CPNS di instansi Kemenkeu, dan waktu itu aku sudah cek semua persyaratannya, waktu ngirim form berulang-ulang dan aku yakin nggak ada file corrupt, jumlah file, size juga cukup, dan tidak ada kesalahan. Semua hasil scan sudah benar,” ujarnya saat dihubungi JawaPos.com, Senin (22/10).

Ketika pengumuman, dokumen Billy dinilai tidak lengkap lantaran belum menyertakan ijazah kampus luar negeri. Padahal, dirinya berasal dari kampus lokal Indonesia dan tidak salah saat mengunggah file.

“Keterangan (tidak memenuhi syarat) cuma ada pada ijazah, tapi salahnya di mana? Ijazahku juga masuk dalam di Dikti kok, dan terdaftar sebagai mahasiswa yang sudah lulus,” tegas dia.

Lulusan S1 Ilmu Komunikasi dari Universitas Nasional itu memilih formasi Analis Kerja Sama di Kementerian Keuangan. Untuk menemukan jawaban, dia berusaha bertanya melalui semua media sosial BKN, seperti Facebook, Twitter, dan Instagram. Namun, Billy menyerah karena tak kunjung mendapat penjelasan.

“Kan kita ngerasa nggak adil lah orang sudah memenuhi semua syarat dan sudah dibaca baik-baik dan berulang-ulang,” tuturnya.

Menanggapi berbagai keluhan warganet atau netizen, Kepala Humas BKN Mohammad Ridwan mengatakan, verifikator berasal dari masing-masing instansi yang dipilih oleh pelamar. Sehingga, penentian lolos atau tidaknya pelamar dalam seleksi administrasi bukanlah kewenangan BKN.

“Silakan bertanya kepada instansi pelamar mengapa yang bersangkutan gagal. BKN sudah memberikan field keterangan yang bisa diisi dengan alasan gugurnya pelamar,” kata Ridwan saat dikonfirmasi JawaPos.com, Senin (22/10).

Bahkan, dia tidak sepenuhnya memercayai hal-hal yang diungkapkan netizen. Dia meminta para pelamar yang gagal, termasuk Billy, agar menghubungi instansi yang bersangkutan.

“Saya tidak bisa membuktikan kebenaran klaim netizen tersebut. Bisa saja mereka berbohong. Silakan hubungi Kemenkeu (atau instansi lain yang dipilih pelamar),” tandasnya. 

(ce1/yes/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up