JawaPos Radar

Bendera Tauhid Dibakar, Dahnil: Mari Jaga Persatuan dan Persaudaraan

23/10/2018, 12:59 WIB | Editor: Kuswandi
Dahnil Anzar Simanjuntak
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahni Anzar Simanjuntak (Ridwan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pembakaran bendera tauhid yang diduga sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Garut menyedot perhatian publik. Bahkan pelaku yang diduga melakukan pembakaran telah diamankan oleh polisi.

Terkait itu, Kordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta semua pihak menahan diri atas terjadi peristiwa ini. Dia berharap tidak ada yang terpancing provokasi, sehingga bisa berujung pada kerusuhan.

"Pembakaran bendera tauhid dan berbagai peristiwa lain yang bernuansa SARA sudi kiranya semua pihak menahan diri dan menyerahkan kepada pihak kepolisian untuk menindak secara hukum," kata Dahnil dalam keterangan tertulisnya, Selasa (23/10).

Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah itu menjelaskan bahwa kepolisian merupakan pihak yang berwenang dalam segala jenis pelanggaran hukum. Tentunya sebagai warga negara yang baik, seluruh pihak diminta tunduk pada hukum yang berlaku. 

"Sebesar apapun keraguan sahabat sekalian terhadap aparat kepolisian yang selama ini dianggap tidak adil dan berkeadilan, namun tetaplah berjuang di jalur hukum," sambungnya.

Lebih jauh, Dahnil menekankan agar persatuan bangsa tetap dijaga. Jangan ada perpecahan hanya karena kelakuan oknum tidak bertanggungjawab. 

"Mari jaga persatuan dan persaudaraan," pungkasnya.

Sebelumnya, Viral sebuah video menunjukkan sejumlah anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) melakukan aksi pembakaran bendera berkalimat Tauhid. Peristiwa tersebut berlangsung saat peringatan Hari Santri Nasional di Garut, Jawa Barat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, pembakaran bendera tersebut terjadi pagi tadi skitar pukul pukul 09.30 WIB di Lapang Alun Alun, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Para pelaku menganggap bendera berlafaz kalimat tauhid itu adalah bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). "Telah terjadi pembakaran diduga bendera HTI yang dilakukan oleh peserta kegiatan atau anggota Banser," ujar Dedi kepada JawaPos.com, Senin (22/10).

(sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up