alexametrics

Polisi Amankan Mahasiswa Eksodus, Kapolda: Itu Mahasiswa Luar Papua

23 September 2019, 16:54:15 WIB

JawaPos.com – Polda Papua telah mengamakan mahasiswa yang ingin mendirikan posko di halaman Auditorium Uncen Kampus. Hal ini lantaran mereka merupakan mahasiswa eksodus dari luar Papua. Bahkan, Kapolda Papua Irjen Rudolf A Rodja langsung terjun ke lokasi untuk mengamankan kondisi disana.

Kapolda mengatakan mahasiswa tidak izinkan pihak kampus untuk mendirikan posko. Alhasil pihak kepolisian membubarkannya. “Ini adalah mahasiswa luar Papua yang tanpa diizinkan dari Uncen mau mendirikan posko mahasiswa, hal itu tidak dibenarkan! Jadi kita membubarkan mereka supaya tidak membuat Posko dan perkulihan tetap jalan,” ujarnya seperti dilansir Cendrawasih Pos (Jawa Pos Group), Senin (23/9).

Rudolf mengatakan saat ini bertepatan dengan dilakukanya sidang umum PBB di New York Amerika. Maka jangan sampai aksi mahasiswa ini menjadi keuntungan bagi demonstran. “Persoalan ini tidak menjadi keuntungan bagi mereka, karena hari ini ada agenda sidang umum PBB. jadi kami dari pihak Polri tidak ingin menjadi sesuatu yang negatif, maka kami berupaya bernegosiasi dan memulangkan mereka, bisa pulang dengan aman tidak ada satu kaca pun yang pecah di sekitaran,” katanya.

Ia mengatakan pihaknya berupa mengamankan mahasiswa di titik kumpul di Expo Wamena.”Mereka kita pulangkan ke Wamena Expo karena titik kumpulnya disana, untuk menjaga. Itu teknis kota akan kita lakukan,” ujarnya.

Sebelumnya mahasiswa berencana ingin mendirikan posko pengungsian di depan Audotorium Universitas Cenderawasih. Namun Kapolda dan pimpinan kampus berhasil bernegosiasi dengan mereka dan mengarahkan mahasiswa kembali ke Wamena. beberapa kendaraan truk disiapkan dan menggantar ratusan mahasiswa menuju Expo Waena di Posko induk.

Disambut Tembakan

Suasana di depan Kampus Uncen Abepura. Ratusan kendaraan tertahan, karena sementara jalan di depan kampus ditutup karena ada aksi di dalam Kampus. Foto diambil pukul 09.30 WIT, Senin (23/9) . (Cepos/JPG)

Sementara itu, ratusan mahasiswa yang pulang dengan damai dan dikawal aparat dari Audotorium Uncen Abepura malah disambut tembakan aparat. Diduga, tembakan itu dari satuan Brimob di Lokasi Pos Induk Pengungsian, Expo Wamena. Demikian kesaksian salah satu mahasiswa, bernama Kales. Saat itu dia bersama-sama dengan ratusan mahasiswa lainnya yang melakukan aksi di Uncen Abepura.

Kales mengaku bahwa mahasiswa saat turun disambut dengan tembakan oleh Brimob. ”Saat massa pulang dan tiba di Posko umum pengungsi di Expo Wamena, Brimob sudah palang tempat kami, jadi begitu massa turun, Brimob langsung mereka ambil tembakan. Maka mahasiwa berhamburan keluar dan lari,” katanya via telepon saat berusaha lari mengindari penembakan.

Dengan sedikit terengah-engah, ia yang berupaya menjelaskan kondisi saat itu. Dikatakan, rombongan mahasiswa bertujuan pulang ke Posko yang selama ini ditempati mereka di Museum Expo dengan aman. Akan tetapi, aparat sudah menempati tempat itu. “Kami turun minta Brimob keluar, tapi dibalas tembakan. Jadi kami sebagian massa dari bawah ( Abepura) sudah naik dan ketika turun di Expo, sudah banyak aparat Brimob,” ujarnya diakhir telepon yang masih terdengar bunyi tembakan aparat.

Editor : Bintang Pradewo


Close Ads